Alasan Industri Fashion Sekarang Lebih Ramah Lingkungan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Caption: Koleksi bertema Corona yang didominasi warna hijau dan kuning rancangan desainer fashion muslim Irna Mutiara melalui brand Irna La Perle yang diperagakan di fashion show MUFFEST Kamis, 20 Februari 2020 di Jakarta (Doc. Muffest)

    Caption: Koleksi bertema Corona yang didominasi warna hijau dan kuning rancangan desainer fashion muslim Irna Mutiara melalui brand Irna La Perle yang diperagakan di fashion show MUFFEST Kamis, 20 Februari 2020 di Jakarta (Doc. Muffest)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepedulian terhadap lingkungan tengah digencarkan banyak pihak, termasuk di industri fashion. Product Development Division Indonesian Fashion Chamber, Yufie S.S. Kartaatmaja, mengatakan ada lima faktor yang mendukung strategi pelestarian lingkungan oleh kalangan industri fashion.

    Faktor-faktor itu meliputi material, produksi, distribusi, penggunaan oleh konsumen, dan disposal. Dari seluruh faktor ini, beberapa strategi yang menjadi benang merah antara lain penggunaan bahan-bahan yang terbarukan dan mudah diurai, minim atau hemat energi, daur ulang, desain, hingga bahan baku multifungsi.

    "Sustainable fashion adalah sebuah pola pikir bertanggung jawab dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial dan ekonomi pada keseluruhan daur hidup produk mulai dari tahap praproduksi, proses produksi, distribusi, dan pascaproduksi,” ujar Yufie.

    Salah satu desainer yang terus berusaha berinovasi menciptakan produk fashion yang lebih ramah lingkungan dari waktu ke waktu adalah Rosie Rahmadi. Koleksi ramah lingkungan Rosie berhasil diwujudkan melalui kerja sama dengan Asia Pacific Rayon (APR), yang merupakan produsen serat rayon atau viscose terintegrasi pertama di Asia.

    Melalui kolaborasi dengan APR, Rosie berhasil menciptakan karya yang minim bahan tak terpakai dengan menggunakan material berserat alami sehingga bersifat bisa terurai, yang sepenuhnya dapat kembali ke alam. Material yang digunakan diantaranya seperti linen dan viscose.

    "Pemilihan bahan yang tepat dan selalu menjaga proses produksi adalah concern kami terkait sustainable fashion untuk ke depannya," tutur Rosie.

    Kepedulian terhadap lingkungan ini disuarakan dalam Muslim Fashion Festival (Muffest) yang berlangsung di Jakarta Convention Center, 20-23 Februari 2020. Mengusung tema "Fashionable People for Sustainable Planet", Muffest menekankan pada kiprah para desainer untuk semakin peduli pada fashion yang ramah lingkungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?