3 Sebab Utama Milenial Sulit Menabung, Salah Satunya Mudah Bosan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Generasi Milenial. all-souzoku.com

    Ilustrasi Generasi Milenial. all-souzoku.com

    TEMPO.CO, JakartaMilenial adalah generasi yang dianggap paling sulit untuk menabung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Luno dan Dalia Research kepada tujuh ribu responden dengan rentan usia 23-28 tahun, didapati 69 persen diantaranya tidak menabung bahkan berinvestasi.

    Lalu, apa penyebab malasnya anak-anak muda ini untuk mengelola keuangan mereka? Independent financial planner dari Financialku.com, Shierly pun menjelaskan tiga alasan utamanya. Pertama, ia mengatakan bahwa salah satu sifat milenial adalah gampang bosan dengan barang yang baru dibeli.

    Dikarenakan gaya hidup adalah moto utama anak muda, Shierly pun menjelaskan bahwa mereka akan lebih mementingkan kebutuhan sekunder. “Milenial cenderung lihat handphone keluaran baru, pasti bosan dengan yang sekarang dan mau ganti. Hal ini yang membuat uang mereka terus terpakai dan belum sempat disimpan,” katanya saat ditemui di kantor Tempo Jakarta pada Jumat, 21 Februari 2020.

    Alasan lainnya ialah kemudahan untuk bertransaksi non-cash. Di zaman dahulu, Shierly mengatakan bahwa orang tidak bisa melakukan apa-apa jika lupa membawa uang. Namun kini, kemudahan transaksi dengan dompet digital membuat milenial mudah mengeluarkan uang. “Lupa bawa uang? Gampang saja, bisa bayar semua lewat handphone. Jadi tidak ada yang mengontrol keinginan kita lagi,” katanya.

    Terakhir, Shierly jug menyampaikan bahwa anak muda umumnya memiliki prinsip YOLO alias you only live once atau hidup hanya sekali saja. Sehingga mereka pun memilih untuk menghamburkan uang daripada menyimpan aset. “Sekarang banyak anak muda lebih memikirkan pengalaman dari hal baru. Padahal ini kesenangan sesaat dan tidak bisa dinikmati oleh keturunan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.