Sepertiga Pasien Stroke juga Mengidap Hipertensi, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebutkan bahwa sebanyak 10,85 persen masyarakat Indonesia menderita stroke. 34,1 persen diantaranya mengalami stroke lantaran mengidap hipertensi.

    Itu berarti, tiga dari 10 pasien stroke adalah pasien tekanan darah tinggi. Berbicara mengenai penyebab stroke yang disebabkan oleh hipertensi, dokter spesialis jantung yang juga anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia, Erwinanto mengatakan bahwa tekanan darah yang tinggi akan merusak elastisitas pembuluh darah di otak.

    Selain itu, Erwinanto juga menjelaskan bahwa dinding pembuluh darah bisa menebal sehingga mempermudah terbentuknya plak. “Keadaan ini akan membuat pembuluh darah menyempit dan tersumbat. Akibatnya oksigen tidak bisa disalurkan ke otak sehingga menyebabkan kerusakan hingga kematian sel saraf di otak,” katanya dalam acara Media Gathering di Jakarta pada Senin, 24 Februari 2020.

    Risiko semakin tinggi terjadi apabila dipengaruhi oleh pertambahan usia. Erwinanto menjelaskan bahwa orang dengan hipertensi dan memiliki usia di atas 65 tahun akan rentan mengidap stroke. “Peningkatan insidensi dan prevalensi bisa dua kali lipat setiap lima tahun berturut-turut setelah usia 65 tahun,” katanya.

    Selain itu, faktor gaya hidup seperti konsumsi garam berlebih, malas olahraga dan merokok oleh pasien hipertensi juga meningkatkan risiko stroke hingga tiga kali lipat. Menurut Erwinanto, gaya hidup yang buruk bisa memperparah tekanan darah tinggi sehingga oksigen ke otak semakin minim. “Oleh karena itu, olahraga 150 menit per minggu, berhenti merokok dan mengontrol asupan makanan asin harus dijaga,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.