Cara Mencuci Pakaian yang Terendam Banjir agar Tak Sisakan Kuman

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lembaga siaga bencana Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa saat membantu masyarakat yang terdampak banjir di Jakarta pada Selasa, 25 Februari 2020.

    Lembaga siaga bencana Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa saat membantu masyarakat yang terdampak banjir di Jakarta pada Selasa, 25 Februari 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya kembali menyebabkan banjir. Dengan kondisi seperti ini, banyak pakaian yang terendam air, entah yang sedang digunakan maupun yang disimpan di lemari, seluruhnya wajib dibersihkan usai genangan air mereda.

    Namun, Anda perlu memastikan untuk membersihkannya dengan benar agar kuman dan noda hilang. Agar tidak salah langkah, situs The Spruce dan Today.com pun membagikan tips.

    Memisahkan pakaian berdasarkan berbahan dan warna
    Sebelum masuk ke tahap mencuci pakaian, sebaiknya pisahkan pakaian berdasarkan bahan dan warna. Misalnya, bahan wol dipisahkan dari bahan katun dan linen. Juga warna-warna terang harus dipisahkan dari yang gelap.

    Setelah dipisahkan dan mengantre untuk dicuci, pastikan mereka tetap dalam tempat terbuka dan bukan di dalam plastik tertutup sebab perkembangan jamur dan bakteri akan sangat cepat dalam kondisi tertutup.

    Mengangkat noda dengan air hangat
    Di tahap mencuci, Anda harus mengecek seluruh pakaian terlebih dulu. Jika ada noda dari lumpur, sebaiknya jangan langsung dimasukkan ke mesin cuci karena bisa merusak kain. Sebaliknya, rendam pakaian dengan air hangat agar lumpur yang menempel bisa terangkat dengan sendirinya.

    Menambahkan zat kimia
    Jika lumpur sudah terangkat, ini saatnya untuk mendisinfeksi. Untuk kain berwarna putih, rendamlah dengan air yang ditambah satu cangkir pemutih klorin. Sedangkan kain yang tidak dapat dicuci dengan pemutih klorin, seperti bahan spandeks, wol, sutra, pakaian berwarna, rendamlah dengan air yang ditambah satu cangkir disinfektan minyak pinus (Pine-Sol) atau satu cangkir disinfektan fenol (Lisol).

    Dimasukkan ke mesin cuci dengan deterjen biasa
    Apabila pakaian sudah dalam kondisi yang baik dan seperti sedia kala, barulah diperbolehkan untuk mencuci dengan mesin cuci. Penggunaan deterjen biasa juga sudah diizinkan untuk menambah kesegaran dan aroma, serta membunuh kuman membandel.

    Keringkan di suhu panas
    Setelah melewati proses mencuci di mesin cuci, ini adalah saatnya untuk mengeringkan pakaian. Disarankan untuk memilih suhu panas agar kuman dan bakteri dipastikan mati seluruhnya. Misalnya, pakaian digantung di luar ruangan, di bawah sinar matahari karena sinar ultraviolet sangat baik dalam membunuh mikrobakteri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.