Tingkatkan Fungsi Otak dengan Alpukat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi alpukat (Pixabay.com)

    Ilustrasi alpukat (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Aging Neuroscience mengemukakan bahwa lansia yang mengonsumsi lebih banyak lutein menunjukkan respon otak yang serupa dengan yang berusia lebih muda.

    Sebanyak 60 orang berusia 25-45 tahun direkrut oleh para peneliti untuk diukur kadar karotenoid bernama lutein, nutrisi yang ditemukan dalam buah dan sayur berwarna hijau, seperti bayam, kale, alpukat, dan telur. Sebanyak 60 partisipan tersebut juga diukur aktivitas otak dan respon neuron-nya saat mengerjakan sebuah tugas berat. Hasil temuannya?

    “Lansia yang memiliki lutein lebih banyak di dalam tubuh menunjukkan respon saraf yang sama dengan partisipan berusia lebih muda yang kadar lutein dalam tubuhnya lebih rendah,” jelas Anne Walk dari tim peneliti.

    Tampaknya, lutein memegang peranan penting dalam kerja otak. Mereka yang memiliki lutein lebih tinggi di dalam tubuh mampu menyerap banyak informasi sehingga dapat menyelesaikan tugasnya dengan maksimal.

    Studi tersebut tidak merinci bagaimana nutrisi dapat membantu. Namun studi yang dilakukan sebelumnya mampu menunjukkan bahwa lutein memiliki sifat anti-inflamasi, yang dapat meningkatkan fungsi otak.

    Dua catatan penting adalah studi tersebut tidak dapat menunjukkan sebab dan akibat. Dengan kata lain, kita tidak yakin apakah kadar lutein memegang peranan penting untuk meningkatkan kerja otak atau tidak.

    Yang kedua, studi tersebut didanai oleh Haas Avocado Board, produsen alpukat, yang tentu saja merupakan sumber lutein cukup besar. Meski demikian, studi tersebut telah ditinjau dan hasilnya cukup menarik.

    Namun, sebelum menarik kesimpulan, penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan. Tim peneliti melakukan percobaan untuk melihat apakah peningkatan jumlah lutein pada orang yang sedang diet dapat meningkatkan kinerja kognitif atau tidak. Demikian dilansir dari Men's Health.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.