Cegah Masalah Pencernaan pada Anak dengan Cara Mudah Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan salah satu masalah pencernaan yang sering diidap oleh anak-anak. Kondisi ini umumnya ditandai dengan sakit perut, diare, mulas, dan sembelit setidaknya sekali dalam seminggu.

    “Jadi, IBS itu garis besarnya saluran cerna yang sensitif sehingga anak mengonsumsi apapun tidak cocok dan cenderung menimbulkan masalah di sekitar perut,” kata dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi hepatologi Frieda Handayani Kawanto.

    Meski belum ada cara pasti dalam mencegahnya, ada beberapa pola hidup yang diharapkan bisa menjaga kesehatan saluran pencernaan. Frieda mengimbau orang tua selalu memberikan anak segala jenis makanan, tak terkecuali sayur dan buah.

    “Orang tua sering melupakan peran sayur dan buah. Jadi ingatnya makan karbohidrat, lemak, dan protein saja dan seratnya ditinggal. Padahal, serat itu perannya penting untuk kesehatan sistem pencernaan. Ini tidak boleh dilupakan,” ungkapnya.

    Kedua, Frieda juga menyarankan agar orang tua mengajarkan pentingnya mengunyah makanan sebab makanan yang ditelan tanpa proses pemecahan di mulut akan menyulitkan kerja dari usus.

    “Kalau usus kerjanya berat, dia pun lama-lama rusak dan bisa menyebabkan berbagai masalah pencernaan termasuk IBS,” jelasnya.

    Mengonsumsi probiotik juga dianjurkan oleh Frieda. Menurutnya, probiotik adalah bakteri baik yang penting dalam mendukung kesehatan sistem pencernaan. Untuk itu, sebelum usus menjadi sensitif, ada baiknya dijaga terlebih dahulu.

    “Sumbernya bisa dari yogurt dan tempe. Dapat bergantian konsumsinya supaya anak tidak bosan,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.