Sebab Calon Jemaah Haji dan Umrah Perlu Vaksin Influenza

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi umroh. Dok.TEMPO/Fully Syafi

    Ilustrasi umroh. Dok.TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Vaksinasi menjadi bagian yang perlu dilakukan oleh calon jemaah haji maupun umrah sebelum keberangkatan guna mencegah tertular maupun menularkan penyakit saat kembali ke tanah air. Pasalnya, salah satu syarat utama untuk memastikan perjalanan ibadah haji dan umrah berjalan aman adalah melalui pemeriksaan dan pembinaan kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji.

    Ada dua jenis vaksinasi yang disyaratkan kepada calon jemaah oleh Pemerintah Arab Saudi atas rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni vaksin meningitis (bersifat wajib) dan vaksin influenza, yang sifatnya sangat dianjurkan.

    Vaksin influenza dianjurkan mengingat infeksi pernapasan merupakan penyakit yang umum diderita oleh jemaah haji maupun umrah. Apalagi, flu yang disebabkan oleh virus diketahui berkembang cepat di kawasan ramai seperti di pondokan atau bahkan tempat ibadah. Aktivitas ibadah yang padat serta perubahan cuaca juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

    "Vaksinasi dilakukan agar jemaah terhindar dari bakteri dan virus serta mencegah transmisi penyakit," kata Ketua PP Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PEEDOKHI), Muhammad Ilyas.

    Sepanjang 2019, dari 231.000 jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci, 453 di antaranya wafat di tengah rangkaian ibadah. Faktor penyebab kematian terbesar adalah penyakit kardiovaskular dan infeksi pernapasan.

    Menurut Ilyas, vaksin influenza yang tersedia di Indonesia saat ini adalah strain vaksin influenza yang lebih lengkap, yakni vaksin kuadrivalen (4 strain), sehingga mampu memberikan perlindungan yang maksimal untuk jemaah.

    "Dengan vaksinasi, jemaah tidak hanya melindungi dirinya sendiri namun juga secara tidak langsung melindungi jemaah lain dari kontaminasi virus influenza," tambahnya.

    Ilyas merekomendasikan agar vaksinasi dilakukan setidaknya dua pekan hingga satu bulan sebelum keberangkatan, mengikuti periode yang dibutuhkan untuk pembentukan antibodi pascavaksin. Selain vaksin, calon jemaah juga dapat melakukan beberapa langkah preventif, seperti menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, perbanyak minum air putih, istirahat cukup, dan membatasi kontak dengan orang yang terkontaminasi virus influenza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.