Benarkah Virus Corona Bisa Menular dari Hewan? Pakar Beri Jawaban

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar kesehatan dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Telly Kamelia mengatakan rantai penularan virus corona dari binatang ke manusia masih bisa terjadi, meskipun prevalensinya saat ini sudah kecil.

    "Virus corona ini masih diakui penularannya dari makanan yang tidak matang dan masuk ke dalam saluran cerna manusia. Jadi, ini artinya berasal dari hewan, bukan manusia," katanya.

    Makanan yang dimaksud menjadi penyebar virus corona tersebut berasal dari hewan yang dimakan mentah atau kurang matang. Namun, kondisi itu kecil, yakni hanya sekitar 3 persen.

    Ia mengakui penyakit tersebut awalnya diketahui berasal dari binatang ke manusia. Namun, penularannya saat ini juga terjadi dari manusia ke manusia.

    "Jadi, posisinya adalah rantai penularannya itu dari binatang ke manusia, lalu prevalensi menjadi lebih kecil. Kemudian berubah lebih banyak dari manusia ke manusia lewat saluran napas," ujarnya.

    Namun, kondisi penularan virus corona dari hewan ke manusia itu tidak diklarifikasi sebagai zoonotik 100 persen atau sebagai penyakit yang secara alami dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Ia mengatakan virus corona posisinya tidak sama dengan antraks yang sifatnya benar-benar zoonotik, yakni penularan penuh dari hewan ke manusia.

    Dengan kata lain, posisi antara binatang ke manusia dalam hal virus corona ialah sebatas sebagai rantai penularannya saja. Sebagai bentuk rekomendasi, ia menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi cairan yang hangat, sekaligus mampu membersihkan saluran napas.

    Ini tidak berlaku untuk yang dingin sebab akan membuat kuman betah. Apalagi, minuman hangat bahkan memiliki efek sebagai salah satu pengencer dahak sehingga akan cukup efektif membersihkan saluran pernapasan tersebut.

    Pendapat berbeda diungkapkan oleh Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, yang mengatakan hingga kini tidak ada bukti bahwa virus corona masuk ke dalam kategori penyakit zoonotik atau dapat menular melalui hewan ke manusia.

    "Sampai sekarang tidak terbukti bahwa corona itu adalah penyakit zoonotik. Artinya bukan ditularkan dari hewan ke manusia," katanya.

    Menurutnya, kejadian di Wuhan, Cina, awalnya diduga hewan merupakan salah satu penyebab penyakit itu menular ke manusia. Namun, setelah dilakukan penelitian hal itu sama sekali tidak terbukti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.