Sering Takut, Ini Tips Mencari Jodoh Bagi Pengidap HIV/ AIDS

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan merayakan Hari Valentine. Unsplash.com/JESHOOTS.COM

    Ilustrasi pasangan merayakan Hari Valentine. Unsplash.com/JESHOOTS.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi fisik mungkin sering menjadi penghalang bagi individu untuk mencari jodoh. Hal tersebut pula yang mungkin dirasakan oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

    Tak sedikit yang merasa takut dan tidak percaya diri karena penyakit menular seksual yang diderita itu. Salah satu ODHA sejak 2012, Antonio, membagikan beberapa kiatnya.

    Pertama, pria yang sudah menikah sejak 2017 itu menjelaskan bahwa ODHA harus berani bahwa dirinya bisa menjalin hubungan dengan siapapun, tak terkecuali orang sehat. “Untuk pasangan positif jangan takut. Soal jodoh kita tak pernah tahu. Dalam artian begini, orang HIV positif tidak harus selalu mendapat pasangan yang HIV positif,” katanya dalam acara Media Briefing HIV di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020.

    Berkaca dari pengalaman banyak ODHA lainnya, Antonio juga mengingatkan agar mereka tidak perlu takut jika penyakit HIV/AIDS ditularkan kepada calon buah hati apabila nantinya memutuskan untuk menikah. “Di luar sana, banyak pasangan yang suaminya positif (HIV/AIDS), istrinya negatif (HIV/AIDS), anaknya negatif (HIV/AIDS). Begitu pun sebaliknya. Ada yang suaminya negatif, dapat istri positif, anaknya negatif,” tegasnya.

    Tak jarang pula jodoh bisa ditemukan dari komunitas ODHA. Seperti dirinya sendiri, Antonio pun bertemu dengan sang istri, Chani saat sama-sama membantu di perkumpulan orang positif HIV. “Kebetulan ya Allah memberikan saya pasangan yang HIV positif. Kalian pun bisa seperti itu. Semuanya sebenarnya ada di tangan kita, mau dengan siapa,” tuturnya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.