Sebab Anak Tak Bisa Disebut Psikopat, Simak Kata Pakar

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • lustrasi psikopat. Shutterstock

    lustrasi psikopat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat belakangan digegerkan oleh pembunuhan anak usia 5 tahun yang dilakukan oleh remaja perempuan berusia 15 tahun di Jakarta. Remaja perempuan itu kemudian menyerahkan diri kepada polisi dan mengaku telah membunuh anak tetangganya. Dia sudah menjalani observasi kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Anak-anak atau remaja yang belum memasuki usia dewasa belum bisa dikatakan mengalami gangguan kepribadian atau memiliki sifat psikopat karena kepribadian terbentuk saat seseorang memasuki usia dewasa.

    Psikopat adalah gangguan kompleks dalam konseptualisasi pribadi yang terbentuk setelah seseorang menjadi dewasa. Karena itu, anak tidak bisa dibilang sebagai psikopat. Begitu kata psikiater anak dr. Tjhin Wiguna.

    "Salah satu definisi psikopat atau psikopati buat saya lebih mengatakan bahwa ini adalah suatu gangguan yang kompleks dari konseptualisasi kepribadian seseorang. Jadi, kalau kita bicara konsep kepribadian yang terganggu, harusnya namanya kepribadian itu baru terbentuk setelah individu memasuki usia dewasa," katanya.

    Usia dewasa, menurut dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu, adalah usia 18 tahun ke atas. Pada usia itu, ia mengatakan, gangguan kepribadian bisa dideteksi berdasarkan hasil pemeriksaan komprehensif oleh pakar.

    Ia menjelaskan, psikopat adalah konseptual kepribadian yang terganggu, yang ditandai dengan beberapa dimensi gangguan, seperti perilaku antisosial dan impulsif yang disertai beberapa respons lain. Sebagai psikiater anak, Tjhin tidak akan mendeskripsikan seorang anak atau remaja sebagai psikopat. Namun dia ada gangguan kompleks yang bisa terjadi pada anak, seperti gangguan tingkah laku atau conduct disorder.

    "Conduct disorder cenderung lebih menunjukkan perilaku yang timbul pada masa perkembangan anak, di mana perilakunya lebih cenderung melanggar hak asasi manusia atau perilaku kurang bersosialisasi," katanya.

    Meski demikian, gangguan perilaku tersebut belum bisa digunakan untuk menilai apakah anak memiliki sifat-sifat psikopat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.