Depresi di Lingkungan Kerja, Siapa yang Paling Berisiko?

Reporter

Ilustrasi pekerja stres. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan lebih rentan mengalami depresi di lingkungan kerja dibandingkan laki-laki. Begitu kata Psikolog Lyly Puspa Palupi S. dari Sub Bagian Psikologi Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah Denpasar.

"Stres kerja bisa dialami oleh siapa saja, karyawan laki-laki atau perempuan, bisa usia muda maupun yang lebih tua. Yang juga menjadi faktor yang mempengaruhi ketahanan menghadapi stres adalah karakteristik kepribadian individu. Untuk depresi, penelitian-penelitian memang menunjukkan bahwa wanita lebih rentan untuk mengalaminya," kata Lyly.

Ia mengatakan pekerja laki-laki maupun perempuan memiliki kemungkinan mengalami stres kerja yang sama. Hal tersebut bergantung dari cara masing-masing individu mengelola diri saat menghadapi tekanan, ketidaknyamanan, dan tantangan di tempat kerja.

"Untuk jumlah karyawan yang stres cenderung meningkat. Estimasi saya, karena tekanan kerja juga bertambah, kemungkinan pendapatan dan kebutuhan juga kurang seimbang pada beberapa segmen atau jenis pekerjaan,"jelasnya.

Ia mengatakan faktor-faktor yang bisa menimbulkan depresi pada karyawan, yang disebabkan faktor pekerjaan, bisa bermacam-macam, di antaranya beban kerja yang terlalu berat, persaingan atau kompetisi antarkaryawan, relasi yang kurang kondusif antar karyawan, atau karyawan dengan atasan dan lingkungan kerja yang kurang kondusif, atau berbahaya.

"Untuk sampai pada kondisi depresi, biasanya ketika karyawan mengalami kondisi stres tak tertangani. Karyawan tidak mendapatkan coping stress atau manajemen stres yang baik, kemudian bisa berlanjut menjadi depresi atau masalah psikologis yang lain," jelasnya.

Lyly menjelaskan untuk mengatur mental seseorang saat mengalami tekanan di kantor yaitu dengan menyeimbangkan diri dan waktu antara pekerjaan dan hal-hal lain. Selain itu, menjalin relasi yang positif dan komunikasi dengan banyak orang, baik di tempat kerja, dengan keluarga, lingkungan di rumah, dan lainnya.

Pihaknya menyampaikan jika keluhan terus berlanjut, segera lakukan konsultasi dengan konselor di bagian SDM perusahaan, atau tenaga kesehatan jiwa seperti psikolog dan psikiater.

"Jika sampai pada kondisi ingin bunuh diri, faktor penyebabnya biasanya kompleks, antara lain faktor eksternal dan internal dari individu itu sendiri. Setiap individu punya daya tahan dan kerentanan yang berbeda dengan individu lain dalam menghadapi situasi sulit. Ada yang easy going, tegar, santai, tidak terlalu memikirkan masalah , cepat menemukan solusi dari masalah," katanya.

Di sisi lain, ada individu yang cukup rentan merasa terpuruk, sedih, kecewa jika menghadapi masalah, lebih fokus pada masalah dibandingkan dengan solusinya, tidak memiliki dukungan, kelompok yang memadai, yang bisa mendukungnya menghadapi saat sulit, sehingga berpotensi bunuh diri.






Jangan Lupa Olahraga, Bisa Bantu Atasi Stres

3 jam lalu

Jangan Lupa Olahraga, Bisa Bantu Atasi Stres

Olahraga dapat merangsang produksi hormon endorfin yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami.


5 Efek Buruk Temperamental

2 hari lalu

5 Efek Buruk Temperamental

Kondisi mudah tersinggung juga lekas marah menandakan temperamental


5 Cara Menjaga Keseimbangan Kadar Gula Darah Agar Metabolisme Sehat

3 hari lalu

5 Cara Menjaga Keseimbangan Kadar Gula Darah Agar Metabolisme Sehat

Kadar gula darah yang sehat mencerminkan metabolisme yang aktif


Kaitan Stres pada Anak dan Gangguan Makan

4 hari lalu

Kaitan Stres pada Anak dan Gangguan Makan

Psikolog mengatakan stres bisa menjadi salah satu penyebab anak, termasuk usia sekolah, mengalami gangguan makan.


Tips Melewati Masa Transisi Menopause tanpa Stres untuk Perempuan 40-an

6 hari lalu

Tips Melewati Masa Transisi Menopause tanpa Stres untuk Perempuan 40-an

Menopause adalah fenomena alami dalam kehidupan setiap wanita yang disertai dengan tantangan dan perubahan dalam tubuh dan pikiran.


5 Manfaat Minum Kopi bagi Kesehatan

7 hari lalu

5 Manfaat Minum Kopi bagi Kesehatan

Selain efek energinya, kopi telah dikaitkan dengan daftar panjang manfaat kesehatan potensial sehingga memberi lebih banyak alasan untuk menyeduhnya.


Tak Hanya Tinggi, Kolesterol Rendah Juga Membahayakan Kesehatan

9 hari lalu

Tak Hanya Tinggi, Kolesterol Rendah Juga Membahayakan Kesehatan

Kolesterol bukanlah hal yang benar-benar harus dihindari karena sebenarnya tubuh membutuhkannya dalam jumlah yang tepat. Ini dampak kolesterol rendah.


10 Manfaat Lari Pagi Jaga Kualitas Tidur dan Mental

10 hari lalu

10 Manfaat Lari Pagi Jaga Kualitas Tidur dan Mental

Ada banyak manfaat dari bangun pagi dan memilih untuk lari


Stres Bisa Memicu Ketombe di Kulit Kepala Ini Cara Mengatasinya Menuru Ahli

11 hari lalu

Stres Bisa Memicu Ketombe di Kulit Kepala Ini Cara Mengatasinya Menuru Ahli

Merawat ketombe Anda dapat membantu menurunkan pengukur stres Anda dengan meningkatkan rasa kepercayaan diri


Nyalakan 500 Lilin, FK Unair Kampanye Cegah Bunuh Diri

11 hari lalu

Nyalakan 500 Lilin, FK Unair Kampanye Cegah Bunuh Diri

Fakultas Kedokteran (FK) Unair menggelar aksi penyalaan 500 lilin untuk memperingati World Suicide Prevention Day.