Waspada Gempa Bumi, Antisipasi dengan 7 Langkah Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat bangunan rusak akibat gempa bumi di Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 11 Maret 2020. Kerusakan paling banyak terdampak di dua desa, yakni Desa Cibunian dengan total 104 rumah dan Purwabakti 474 rumah. ANTARA/ Yulius Satria Wijaya

    Warga melihat bangunan rusak akibat gempa bumi di Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 11 Maret 2020. Kerusakan paling banyak terdampak di dua desa, yakni Desa Cibunian dengan total 104 rumah dan Purwabakti 474 rumah. ANTARA/ Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa bumi terjadi di beberapa wilayah Indonesia baru-baru ini. Masyarakat pun harus lebih waspada dalam mempersiapkan segala sesuatu.

    Untuk meminimalisir dampak gempa, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum, saat dan setelah gempa terjadi.

    Perhatikan wilayah Anda apakah rawan gempa
    Hal utama dalam memilih tempat tinggal atau bekerja perhatikan apakah wilayah tersebut merupakan daerah rawan gempa. Apabila rawan, ada baiknya pahami karakteristik gempa yang meliputi skala gempa, frekuensi, dan tingkat kerusakan yang terjadi sebelumnya.

    Simpan nomor-nomor penting
    Pastikan Anda atau keluarga menyimpan nomor penting, seperti kepolisian, ambulans, SAR, hingga pusat kontak perusahaan asuransi. Anda juga dipastikan menyiapkan daftar alamat kantor aparat terkait kebencanaan seperti kantor desa, kecamatan, maupun PMI.

    Pertahanan saat berada di dalam ruangan
    Apabila berada di dalam rumah segera cari tempat berlindung seperti di bawah meja dengan memegang kaki meja. Jangan lupa lindungi kepala, bisa menggunakan tas, bantal, bahkan tangan. Anda juga harus menjauhkan diri dari benda pecah belah, lemari, dan semua yang bisa menimpa, seperti lemari, rak buku, dan jendela kaca. Waspada terhadap langit-langit rumah yang berisiko runtuh.

    Pertahanan saat berada di luar bangunan
    Jika Anda berada di area terbuka hindari bangunan tinggi, tembok, pusat listrik, maupun tiang listrik. Segeralah mencari tempat terbuka seperti lapangan. Namun, hindari jurang atau lereng yang curam karena berpotensi longsor lebih besar.

    Pertahanan saat berada di dalam kendaraan
    Apabila berada di dalam kendaraan segera hentikan kendaraan dan hindari jembatan atau terowongan. Setelah itu menjauh dari mobil untuk menghindari terjadinya pergeseran atau kebakaran.

    Setelah gempa terjadi segera evakuasi keluarga
    Keluar dengan hati-hati untuk menghindari puing-puing yang akan menimpa Anda maupun keluarga. Segera evakuasi anak-anak, wanita, lansia ke tempat umum atau posko. Periksa pula benda yang berisiko menimbulkan api dan jalur pipa gas jika ada kebocoran. Menetap di posko apabila terjadi gempa susulan dan apabila terjadi kerugian pada aset, segera laporkan klaim kepada pihak asuransi.

    Pastikan memiliki asuransi yang melindungi dari risiko gempa bumi
    Untuk meminimalisir kerugian, pastikan aset-aset seperti tempat tinggal maupun kendaraan dilindungi oleh asuransi yang mempunyai jaminan dari risiko gempa bumi. Tidak hanya itu, Anda juga harus mempelajari bagaimana melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dan berikan informasi tentang upaya penyelamatan kepada seluruh anggota keluarga jika terjadi gempa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.