Cegah Corona, Ernest Prakasa Batal Liburan demi Social Distancing

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ernest Prakasa bersama istri, Meira Anastasia dan dua anak mereka, Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi. Instagram

    Ernest Prakasa bersama istri, Meira Anastasia dan dua anak mereka, Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Social distancing mulai dilakukan oleh banyak orang di Indonesia guna mencegah virus corona 2019 atau COVID-19. Salah satu yang sudah menerapkan hal ini termasuk komedian dan sutradara, Ernest Prakasa.

    Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya @ernestprakasa, terlihat ia menunjukkan foto dirinya beserta dengan istri, Meira Anastasia dan kedua anak, Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi yang memamerkan wajah sedih. Sebenarnya, Ernest dan keluarga dijadwalkan berlibur ke Bali pada hari ini.

    Meski begitu, mereka akhirnya memutuskan untuk membatalkan keberangkatan demi menerapkan social distancing. Tak lupa, Ernest juga mengimbau agar hal ini dilakukan oleh setiap orang. “Yuk kita terapkan social distancing untuk menghambat penyebaran virus,” katanya pada Senin, 16 Maret 2020.

    Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan social distancing? Melansir dari situs The Atlantic, direktur penelitian di Pusat Inisiatif Kesehatan Masyarakat di University of Pennsylvania Carolyn Cannuscio menjelaskan bahwa social distancing adalah aktivitas mengkarantina diri sendiri dengan tujuan menghambat penyebaran virus yang penularannya sangat cepat.

    Sesuai dengan namanya, segala aktivitas sosial pun harus dihindari selama menerapkan social distancing. Beberapa contohnya termasuk menghindari kegiatan massal seperti acara pernikahan, acara ulang tahun, reuni ataupun arisan. “Tempat umum seperti mall dan upacara keagamaan yang dihadiri banyak orang juga wajib dihindari,” katanya.

    Selain itu, contoh lain dari social distancing juga berupa menghindari kontak fisik dengan orang lain. Cannuscio mengatakan bahwa ini meliputi salaman, berpelukan, dan cium pipi kanan dan kiri (cipika cipiki). Memberi jarak setidaknya 1,5 meter setiap akan berkomunikasi dengan orang lain juga patut dikerjakan.

    Cannuscio mengungkapkan bahwa sebagai makhluk sosial, social distancing akan sangat sulit diterapkan. “Namun jika hal ini dilakukan oleh semua orang, risiko virus dan penyakit apapun dengan penyebarannya yang tinggi untuk menjangkiti orang baru sekalipun, akan semakin menurun,” katanya.

    Jadi, siapkah Anda menjalani social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.