Buat Hand Sanitizer Sendiri, Ini Cara Mudahnya Ala BPOM

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi memakai hand sanitizer. Unsplash.com/Kelly Sikkema

    Ilustrasi memakai hand sanitizer. Unsplash.com/Kelly Sikkema

    TEMPO.CO, Jakarta -  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah mengimbau tidak hanya cuci tangan, namun juga menggunakan hand sanitizer dalam menghadapi status pandemi virus corona ini. Pemakaian hand sanitizer bisa menjadi bentuk pencegahan dari pandemi virus corona 2019 atau Covid-19.

    Sayangnya dikarenakan banyak yang membutuhkan hand sanitizer, produk tersebut pun semakin langka untuk ditemui. Meski begitu, bagi Anda yang belum sempat membeli hand sanitizer tak perlu khawatir.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui surat edaran resmi yang diterima Tempo.co pada Senin, 16 Maret 2020 pun membagikan tips untuk membuat hand sanitizer sendiri di rumah. Berikut adalah bahan, alat dan prosedur yang bisa disiapkan dan dilakukan.

    Bahan-bahan:
    -Etanol 96 persen
    -Gliserol 98 persen
    -Hidrogen Peroksida 3 persen
    -Air steril atau Aquadest

    Alat:
    -Gelas ukur 1.000 ml
    -Becker glass
    -Gelas ukur 50 mililiter
    -Gelas ukur 25 mililiter
    -Batang pengaduk
    -Botol kaca

    Prosedur:
    -Sejumlah 833 ml etanol 96 persen dimasukkan ke dalam gelas ukur 1.000 mililiter.
    -Tambahkan 41,7 mililiter hidrogen peroksida 3 persen ke dalam gelas ukur berisi etanol tersebut.
    -Selanjutnya tambahkan 14,5 mililiter gliserol 98 persen menggunakan gelas ukur. Pastikan sisa gliserol tidak tertinggal dengan cara membilasnya menggunakan air.
    -Tambahkan air hingga 1.000 mililiter, aduk hingga homogen.

    Pindahkan campuran ke dalam botol kaca bersih.
    Simpan selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari wadah botol.
    Hand sanitizer siap digunakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.