Waspada Virus Corona pada Anak, Orang Tua Perhatikan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    TEMPO.CO, Jakarta - Penularan virus corona ke anak-anak ini menambah panjang daftar pasien virus corona pada warga di bawah usia 15 tahun. Hal ini pun pernah terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia. Penularan virus corona pada anak-anak pun sama dengan orang dewasa, yakni melalui cairan (droplet) yang keluar dari mulut penderita penyakit tersebut ketika bersin, batuk, atau hanya berbicara. Droplet ini bisa terlebih dahulu menempel di benda, kemudian tersentuh tangan anak yang digunakan untuk menyeka wajah atau makan.

    Anak-anak yang divonis positif virus corona alias COVID-19 biasanya mengalami gejala yang lebih ringan dibanding orang dewasa. Hingga saat ini, pasien COVID-19 yang menunjukkan kondisi fisik yang berat sebagian besar merupakan lansia maupun orang yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit kardiovaskula

    Karena cara penularan virus corona pada anak-anak sama dengan orang dewasa, maka tindakan preventif yang harus dilakukan juga sama, yakni:

    1. Memastikan anak sering mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol.
    2. Hindari orang yang terlihat sakit, termasuk batuk dan bersin.
    3. Bersihkan benda-benda yang sering disentuh anak dengan disinfektan, misalnya gagang pintu, kursi, meja, hingga mainannya.
    4. Cuci mainan anak juga dengan air dan sabun atau sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Bila memungkinkan, cuci mainan tersebut menggunakan air hangat.
    5. Bagi orang tua, kurangi kebiasaan mencium atau menyentuh wajah anak Anda.
    6. Jangan membawa anak-anak di kerumunan atau keramaian.
    7. Bagi orang tua yang bekerja, sepulang kerja segera ganti pakaian dan mandi sebelum berinteraksi dengan anak.
    8. Anak-anak tidak perlu menggunakan masker jika tidak sedang demam, batuk, atau pilek.
    9. Sebaliknya, jika si kecil memperlihatkan gejala demikian, bawa ia ke pusat layanan kesehatan dengan mengenakan masker dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang lain.

    Beberapa sekolah meliburkan muridnya untuk mencegah dampak virus corona pada anak-anak. Namun bila sekolah anak Anda tidak melakukan kebijakan yang sama, tak perlu panik dan lakukan langkah pencegahan di atas.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.