Sebelum Jadi Youtuber, Persiapkan 3 Alat Penting Ini Dulu

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi YouTuber (Pixabay.com)

    Ilustrasi YouTuber (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Profesi Youtuber mulai diminati oleh generasi muda. Sebab berkaca dari para pelaku yang telah sukses seperti Atta Halilintar, pekerjaan ini memang bisa memberikan banyak keuntungan dan menjadi salah satu sumber penghasilan.

    Namun untuk menjadi Youtuber, Anda harus mempersiapkan diri dengan berbagai peralatan pendukung. Stand up comedian dan content creator Babe Cabita mengatakan bahwa barang pertama yang wajib dimiliki adalah kamera.

    Ia menjelaskan bahwa kamera harus disesuaikan dengan kebutuhan video yang akan direkam. Misalnya bagi mereka yang ingin mengambil durasi panjang, hindari mini pocket. “Karena baterai cepat panas dan drop. Bagusnya yang besar saja,” katanya dalam acara Waktunya Indonesia Bikin Konten dalam konferensi pers online di Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2020.

    Apabila seseorang ingin menjadi Youtuber Game, Gamers Audrey FF mengatakan bahwa menggunakan webcam pun bisa dilakukan. “Tapi kalau modalnya tidak ada, pinjam teman atau pakai kamera handphone juga sudah cukup,” katanya.

    Mikrofon juga tak kalah penting. Babe Cabita mengatakan bahwa mikrofon berguna untuk meningkatkan kualitas suara. Terlebih bagi mereka yang melakukan review atau semi talkshow, setiap perkataan akan menjadi fokus penonton. “Beli mikrofon memang mahal. Nabung dari sekarang. Alternatif pakai voice recorder di handphone bisa juga,” katanya.

    Terakhir, lightning juga harus dimiliki. Tech reviewer Dhiarcom mengatakan bahwa pencahayaan memiliki peran penting dalam menghasilkan gambar dan video yang baik. “Kalau gambarnya gelap, orang juga malas nontonnya kan? Mau murah bisa di ruang terbuka, tapi kalau di dalam rumah harus ada bantuan lighting,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.