Produk Dettol Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona, Yakin?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto produk pembersih Dettol yang diberi narasi sesat bahwa produk tersebut bisa membunuh virus Corona Wuhan.

    Foto produk pembersih Dettol yang diberi narasi sesat bahwa produk tersebut bisa membunuh virus Corona Wuhan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona yang awalnya ditemukan di Wuhan membuat masyarakat khawatir. Semakin banyak pula pihak yang mencari tahu cara untuk membunuh virus corona jenis terbaru penyebab wabah di dunia itu. Salah satu produk yang mengklaim bahwa bisa membunuh virus corona alias COVID-19 adalah Dettol Hand Sanitizer dan Dettol dan Dettol Disinfectant Liquid.

    Dalam laman resminya, Dettol.co.id, tertulis bahwa produk Dettol tertentu telah diuji efektivitasnya terhadap virus yang serupa dengan COVID-19, ketika digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan. Produk itu termasuk Dettol Disinfectant Liquid dan Hand Sanitizer Dettol

    Beredar pula unggahan di media sosial yang membagikan sebuah foto botol Dettol Antiseptik. Di bagian belakang botol antiseptik itu terdapat tulisan "Human Coronavirus dan RSV". Beberapa netizen mengartikan, Dettol Antiseptik bisa membunuh virus Corona baru di Wuhan (COVID-19) yang muncul pada akhir Desember 2019 lalu.

    Pemerintah melalui laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyebutkan bahwa informasi yang beredar itu termasuk kategori disinformasi. "Para ilmuwan menegaskan tidak ada bukti kalau produk antiseptik tersebut dapat membunuh virus corona baru di Wuhan, yang memiliki nama resmi novel coronavirus (COVID-19)," tertulis dalam kominfo.go.id.

    Paul Hunter, Profesor Health Protection and Medicine, menjelaskan bahan aktif antiseptik ini adalah kloroksilenol yang digunakan sebagai disinfektan secara luas. Penggunaannya adalah sebagai disinfektan pada kulit dan luka. Ia juga meyakini, produk ini tidak diuji untuk mengatasi virus corona baru di Wuhan.

    Dokter spesialis kulit dari klinik Bamed, Adhimukti Tathyahita Sampurna menjelaskan bahwa seluruh jenis produk sebenarnya bisa digunakan untuk membunuh mikroorganisme. Tak terkecuali ada kandungan antiseptik ataupun tidak. “Bahkan ini termasuk bentuknya yang dalam kondisi cair atau padat,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Kamis, 19 Maret 2020.

    Itu berarti, sabun apapun pada hakekatnya bisa membunuh virus dan bakteri. Namun untuk meningkatkan keefektifannya dalam menjalankan tugas, sabun cuci tangan harus diimbangi dengan cara penggunaannya yang benar. Pertama, wajib dilakukan dengan air mengalir. “Karena ada bantuan untuk membilas dan meluruhkan kuman,” katanya.

    Menerapkan enam langkah hand hygiene juga wajib dilakukan. Ini termasuk menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, sisi-sisi jari, daerah ibu jari dan kuku-kuku jari. Adapun waktu cuci tangan yang disarankan berdasarkan Center for Disease Control and Prevention, yakni 20 detik. “Jadi secara perlahan. Mudahnya sambil menyanyikan atau melafalkan lagu Happy Birthday To You sesuai tempo dan ritmenya,” katanya.

    “Ini yang paling efektif, tidak perlu pakai sabun tertentu, yang penting seluruhnya dilakukan dengan benar sudah cukup membunuh virus,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | MT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).