Wabah Virus Corona, Menteri Luhut Anggap Profesi Ini Pahlawan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, memberi penjelasan setelah mendapat laporan soal kasus dugaan korupsi PT Asabri (Persero) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona 2019 atau Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia membuat para tenaga kesehatan harus bekerja ekstra. Mereka harus memeriksa, merawat hingga menyembuhkan pasien. Dengan segala jerih lelah yang dikerjakan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun memberikan seruan apresiasi.

    Melalui unggahan berdurasi satu setengah menit di IGTV pribadinya @luhut.panjaitan, terlihat ia memuji kerja dari orang-orang yang berada pada barisan depan penanganan virus corona. “Tenaga medis, dokter, profesor, suster dan apa saja yang terlibat dalam menangani virus corona, Anda menurut saya orang hebat,” katanya pada Kamis, 19 Maret 2020.

    Luhut juga membandingkan tugas para tenaga kesehatan itu dengan dirinya yang pernah bertempur di lapangan. Menurutnya, para dokter dan ahli lebih cocok diacungi jempol lantaran mau mempertaruhkan semuanya dalam kondisi penyakit yang semakin menyebar luas ini. “Pahlawan kini bukan hanya mereka yang bersimbah darah bertempur membela Tanah Air, tapi mereka yang rela hidup terancam demi banyak jiwa,” katanya.

    Pada akhirnya, Luhut juga mengimbau agar para tenaga medis tidak takut dan gentar. Sebab mereka tidak sendiri dalam melawan virus corona. Luhut mengatakan ia dan tim termasuk seluruh warga Indonesia akan ikut bergerak melawan wabah virus corona ini. Seluruh masyarakat Indonesia pun dipastikan memberi dukungan dalam bentuk doa. “Inilah perjuangan kita untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia kita cintai. Selamat bekerja, selamat berjuang sekali lagi Anda tidak sendiri,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.