Jangan Membebani Anak Belajar di Rumah, Ini Saran KPAI

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak belajar. Shutterstock

    Ilustrasi anak belajar. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak ditemukannya kasus positif virus corona di Indonesia pada awal Maret l2020 hingga merebak di sejumlah daerah saat ini, beberapa Pemda memindahkan kegiatan belajar mengajar di sekolah ke rumah masing-masing selama dua pekan untuk meredam penyebaran virus. Namun, prose belajar dari rumah diharapkan tak terlalu membebani siswa.

    Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemangku kepentingan dunia pendidikan, terutama sekolah agar memperhatikan sistem belajar di rumah selama pandemi COVID-19 dengan proses yang menyenangkan tanpa harus membebani peserta didik.

    "Proses home learning harus berjalan dengan menyenangkan dan bermakna untuk semua, bukan malah jadi beban yang justru tidak berpihak pada anak," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

    Menurutnya, apabila sekolah memberikan beban materi atau tugas secara berlebihan, maka hal itu dapat memengaruhi kesehatan fisik serta mental anak didik.

    "Ini harus diwaspadai karena bisa menurunkan daya imun anak-anak," ujarnya.

    Selama siswa belajar di rumah, KPAI meminta sekolah jangan terlalu membebani dengan tumpukan tugas sebab hanya akan membuat anak cemas dan merasa terbebani. Apalagi, jika sistem imun tubuh turun, maka mereka lebih mudah terjangkit atau terserang virus.

    Retno mengatakan seharusnya pembelajaran dalam jaringan (daring) dijadikan sebagai sarana untuk saling memotivasi, menumbuhkan rasa ingin tahu anak, mempererat hubungan, dan saling membahagiakan.

    "Ketika kondisi bahagia, maka sistem imun akan menguat," ujarnya.

    Dalam kondisi seperti ini, kompetensi akademik bukan merupakan prioritas. Tetapi, yang utama adalah kompetensi bertahan hidup serta saling mengingatkan untuk melakukan gaya hidup sehat serta selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

    Selain itu, selama proses belajar di rumah juga diharapkan agar para guru dan siswa tetap berinteraksi secara virtual sehingga guru tidak hanya sekadar memberikan tugas-tugas melainkan juga ada interaksi.

    Para guru harus keluar dari kebiasaan bahwa tugas ke siswa dilakukan dengan memberikan soal-soal. Banyak kreativitas lain yang justru menimbulkan semangat dan mengasah rasa ingin tahu para peserta didik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.