Wabah Virus Corona, Penderita Penyakit Serius Harap di Rumah Saja

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berpakaian pelindung membawa peti mati pasien yang meninggal setelah terinfeksi virus corona Covid-19, menuju sebuah pemakaman di Bergamo, Italia, 16 Maret 2020. Jumlah korban meninggal karena virus Corona di Italia kini melampaui kematian di Cina, negara di mana COVID-19 berasal. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    Petugas berpakaian pelindung membawa peti mati pasien yang meninggal setelah terinfeksi virus corona Covid-19, menuju sebuah pemakaman di Bergamo, Italia, 16 Maret 2020. Jumlah korban meninggal karena virus Corona di Italia kini melampaui kematian di Cina, negara di mana COVID-19 berasal. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 hingga 20 Maret 2020, sebanyak 369 positif COVID-19, 32 orang meninggal dan 17 orang sembuh. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. Ari Fahrial Syam, mengatakan kelompok masyarakat yang memiliki penyakit penyerta saat ini mendominasi angka kematian yang cukup besar akibat virus corona atau COVID-19.

    "Boleh saya simpulkan pada kasus ini umumnya pasien-pasien dengan penyakit penyerta," katanya.

    Melihat tren yang terjadi, semakin tinggi usia seseorang maka kemungkinan risiko terpapar virus corona menjadi lebih tinggi. Apalagi orang yang sudah berusia 60 tahun ke atas disertai penyakit penyerta, misalnya kencing manis. Akibatnya, risiko komplikasi juga semakin tinggi.

    "Jadi, ini yang perlu diperhatikan masyarakat. Terakhir, ada yang disebutkan memiliki penyakit penyerta paru obstruktif kronis yang berhubungan dengan rokok," katanya.

    Melihat kondisi saat ini, ia mengimbau orang yang termasuk dalam kelompok rentan tersebut sebaiknya tetap berada di rumah karena dikhawatirkan saat berada di luar rumah malah berinteraksi dengan orang yang positif COVID-19 namun tanpa gejala sehingga bisa terinfeksi.

    Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa tingkat penyebaran virus asal Cina tersebut tergolong tinggi dari satu orang ke orang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.