Heboh Gaya Pacaran Gaslighting, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi remaja pacaran. childtrends.org

    Ilustrasi remaja pacaran. childtrends.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Apakah Anda pernah mendengar hubungan gaslighting? Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan unggahan di akun Twitter @jerujiemas. Dalam sebuah tulisan panjang, akun tersebut bercerita soal kasus asmara dari pasangan NC (pria) dan R (wanita).

    Tulisan yang diunggah pada 18 Maret 2020 itu menceritakan bagaimana sang pria melakukan pelecehan seksual selama dua tahun berpacaran hingga membuat si wanita hamil empat kali. Meski begitu, pihak wanita selalu memilih untuk bungkam.

    Kasus tersebut dikatakan menjurus ke arah gaslighting. Lalu, apa itu gaslighting? Melansir dari situs Psychology Today, ini adalah suatu masalah kejiwaan yang diindikasikan dengan sikap manipulatif dari pasangan.

    Dampak yang ditimbulkan, yakni pasangan menjadi tidak bisa membedakan mana yang salah dan benar. Sebab sering kali, pelaku tidak ingin disalahkan dan akhirnya membuat korban merasa tergantung secara pemikiran dan perlakuan.

    Dalam buku Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People - and Break Free yang ditulis Stephanie A. Sarkis, tercantum beberapa ciri dan teknik yang biasa dilakukan pelaku gaslighting. Situs Health Line yang kemudian membedah buku tersebut menuliskan empat tanda gaslighting.

    Berikut tanda gaslighting yang perlu diwaspadai pasangan:

    1. Mengatakan kebohongan dengan wajah dan nada tak bersalah
      Pelaku gaslighting akan sering mengatakan suatu kebohongan dengan wajah dan nada tidak bersalah. Hal ini adalah bentuk ilusi dengan tujuan mempengaruhi pikiran pasangan. Sehingga saat ada suatu kebohongan yang besar dan fatal, pasangan menjadi bingung memutuskan itu benar atau tidak.

    2. Menyangkal perbuatan meski ada bukti
      Saat Anda memergoki pasangan yang membuat suatu kesalahan dan memiliki buktinya, Anda pasti akan langsung meminta penjelasan dari si dia. Namun pelaku gaslighting umumnya akan menyangkal semua tuduhan sampai Anda percaya. Pada akhirnya, Anda pun mulai menerima penjelasan dan terhanyut pada ilusinya.

    3. Menyerang hal negatif di diri Anda
      Apabila ada pertengkaran antara pelaku gaslighting dan kekasihnya, ia pasti akan menyerang dengan hal negatif. Misalnya jika Anda adalah orang miskin dan tidak memiliki paras yang rupawan, hal ini akan terus diungkitnya. Tujuannya agar Anda merasa diri kurang sempurna sehingga selalu bisa memaafkan segala hal yang kurang baik darinya.

    4. Menakuti dengan rahasia yang akan dibongkar
      Yang perlu dipahami, pelaku gaslighting adalah orang ahli dalam memanipulasi. Ia juga akan menggunakan orang-orang terdekat seperti sahabat dan keluarga untuk menakut-nakuti Anda. Ia akan berkata “rahasia Anda akan saya sebarkan ke orang tua” atau “bagaimana rasanya kalau sahabat Anda tahu ini…” dan sebagainya. Meski hanya sebagai ancaman, Anda pasti menjadi takut dan tunduk kepadanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | PSYCHOLOGYTODAY | HEALTHLINE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).