Dokter Bagi Pengalaman Terjangkit Corona dan Gejala di 14 Hari

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dr. Yale Tung Chen, salah satu dokter yang terinfeksi virus corona baru atau COVID-19 saat menangani pasien di RS Universitario La Paz di Madrid, Spanyol, mengabarkan perjalanan penyakitnya itu dari hari ke hari. Dalam unggahannya di laman Twitternya, dokter berusia 35 tahun itu menunjukkan gejala dan kondisi antara satu pasien dengan pasien lain mungkin berbeda.

    Di satu sisi, pasien bisa saja sulit bernapas namun hal berbeda dirasakan Chen. Sang dokter bahkan tidak demam dan nyeri dada. Unggahan Tung Chen juga memperlihatkan kondisinya bisa membaik lalu memburuk di hari berikutnya sejak hari pertama terdiagnosis corona hingga Minggu, 22 Maret 2020, yang memasuki hari ke-14 menjadi pasien penyakit yang berawal dari Wuhan, Cina, itu.

    Berikut kondisi sang dokter yang sudah diwawancara berbagai media di luar negeri itu dalam laman Twitternya:

    Hari pertama: Setelah diagnosis terpapar virus corona, sakit tenggorokan, sakit kepala berat, batuk kering tapi napas tidak pendek. Tidak ada tanda tak normal pada paru-paru.

    Hari kedua: Sakit tenggorokan, batuk dan sakit kepala berkurang. Napas tidak pendek atau nyeri dada.

    Hari ketiga: Tidak ada sakit kepala atau sakit tenggorokan. Kemarin, batuk masih ada, masih tidak ada nyeri dada dan napas pendek. Mulai diare tetapi batuknya membaik.

    Hari keempat: Batuk lebih sering, kelelahan sangat parah, masih tidak ada disapnea atau nyeri dada.

    Hari kelima: Batuk dan lelah berkurang, masih tidak ada nyeri dada.

    Hari keenam: Batuk berkurang, agak lelah, masih tidak ada dispnea, tidak ada demam. Saturasi oksigen 98 persen (presentase hemoglobin yang berikatan dengan oksigen. Normalnya antara 95-100 persen).

    Hari ketujuh: Batuk dan lelah jadi memburuk lagi, tidak ada nyeri dada, tidak demam, tingkat saturasi oksigen 96 persen.

    Hari kedelapan: Batuk berkurang dan lemas, masih tidak ada nyeri dada atau gejala berbahaya, tidak demam dan saturasi oksigen 96 persen.

    Hari kesembilan: Merasa lebih baik, batuk lebih sering. Tidak ada nyeri dada dan tanda-tanda berbahaya, tidak demam. Tingkat saturasi oksigen 97 persen.

    Hari ke-10: Lelah berkurang, tapi batuk lebih sering, ageusia (tidak bisa mengecap rasa) dan anosmia (tidak bisa mencium bau). Tidak ada nyeri dada atau tanda berbahaya, tidak demam. Tingkat saturasi oksigen 97 persen.

    Hari ke-11: Lelah dan batuk berkurang. Tidak ada gejala dispnea atau tanda berbahaya, tidak ada demam. Saturasi oksigen 98 persen.

    Hari ke-12: Merasa lebih baik, gejala batuk, mual dan diare, tidak ada nyeri dada, tidak demam. Tingkat saturasi oksigen 98 persen.

    Hari ke-13: batuk ringan, lemas, mual dan diare. Tidak ada gejala dispnea atau tanda berbahaya. Tidak ada demam. Tingkat saturasi oksigen 97 persen.

    Hari ke-14: Lebih sedikit gejala, batuk, lemas, mual, sakit kepala ringan. Nafsu makan, kemampuan mencium bau. Tidak ada demam atau dispnea. Saturasi oksigen 98 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.