Social Distancing, Milenial Diminta Tetap Jaga Kesehatan Mental

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat personel band Gigi melakukan video call menyusul imbauan agar berdiam diri di rumah selama wabah corona. Foto: Instagram Armand Maulana

    Empat personel band Gigi melakukan video call menyusul imbauan agar berdiam diri di rumah selama wabah corona. Foto: Instagram Armand Maulana

    TEMPO.CO, JakartaSocial distancing atau menjaga jarak sosial bagi remaja dapat mempengaruhi kesehatan mental. Karena itu, Staf Khusus Milenial Presiden Adamas Belva Syah Devara, meminta generasi milenial saling menjaga kesehatan mental.

    Salah satu cara mudah mengaja kesehatan mental yang disarankan Belva adalah dengan tetap bersosialisasi dengan orang lain melalui pemanfaaatan teknologi meski tengah menjalani social distancing.

    "Tidak ada social distancing, generasi milenial adalah yang paling terpapar dengan problem kesehatan mental seperti depresi, merasa kesepian dan lain-lain," kata pendiri aplikasi Ruang Guru itu dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, seperti yang dikutip dari siaran pers BNPB, Senin 23 Maret 2020.

    Salah satu tindakan bersosialisasi yang dimaksud Berlva adalah tetap berinteraksi melalui teknologi telekomunikasi yang tidak mengharuskan bertatap muka. Misalnya, dengan konferensi telepon, "Bisa menghubungi teman-temannya untuk memeriksa apakah ada yang merasa kesepian dan lain sebagainya," ujar Belva.

    Menurut Belva, COVID-19 tidak hanya memiliki dampak akan kesehatan fisik dan memperlambat ekonomi negara. Melainkan pula dampak penyebaran Covid-19 bagi kesehatan mental manusia. "Karena ada efek ekonomi, ada efek kesehatan, juga kesehatan mental juga penting. Jadi jangan menyebarkan hoaks, fungsi edukasi harus jalan dan yang ketiga coba cek teman-teman pastikan mereka OK," kata Belva.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.