Cuci Tangan Bikin Kulit Mengelupas? Atasi dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuci tangan. pixabay.com

    Ilustrasi cuci tangan. pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kampanye cuci tangan untuk mencegah penyebaran virus corona sedang giat dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah. Sayangnya, sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer kadang membuat kulit tangan mengelupas, pecah-pecah, dan kering.

    Mencuci tangan terlalu sering dapat mengelupaskan protein di lapisan terluar kulit (lapisan epidermis). Hal ini dapat memicu berkurangnya kemampuan kulit melindungi lapisannya (compromised skin). Efek tidak menyenangkan tersebut juga bisa terjadi karena penggunaan hand sanitizer berulang kali.

    Kulit tangan kering hingga mengelupas bisa terjadi karena sering dibersihkan. Agar mencegah kulit tangan mengelupas, simak tips mudah ini.

    1. Pilih sabun yang bisa melembapkan kulit
      Banyak produk sabun yang bisa memicu kulit tangan mengelupas dan membuatnya menjadi kering. Untuk itu, pastikan Anda memilih produk sabun yang bisa memberi kelembapan pada kulit. Misalnya, pilihlah produk sabun yang mengandung zat pelembap, seperti gliserin atau gliserol.

      Apabila memungkinkan, Anda bisa memilih produk sabun yang berbentuk cair. Sebab, sabun batangan biasanya memiliki keasaman yang tinggi sehingga kadang memicu kekeringan pada kulit, karena seringnya kita mencuci tangan.

    2. Jangan buru-buru dalam membersihkan tangan
      Apapun jenis sabun yang kita gunakan, cobalah untuk membersihkan dengan lembut, pelan-pelan, hati-hati, dan tidak agresif. Terlalu agresif membersihkan tangan bisa memicu kerusakan pada kulit, termasuk kulit mengelupas.

      Selain itu, tidak terburu-buru dalam melakukannya juga membuat kita bisa membersihkan tangan dengan menyeluruh. Anda bisa menyanyikan “Happy Birthday” dalam hati sebanyak dua kali, yang kira-kira berdurasi 20 detik.

    3. Gunakan air dengan suhu yang nyaman
      Beberapa orang mungkin bingung antara air hangat atau air dengan suhu biasa saat membersihkan tangan. Sebenarnya, kita bisa menggunakan air mengalir dengan temperatur yang nyaman, termasuk air hangat. Hanya saja, jangan gunakan air yang terlalu panas karena bisa membuat kulit kering.

    4. Keringkan tangan dengan menyeluruh
      Pastikan Anda mengeringkan tangan secara menyeluruh setelah membersihkannya. Hal ini bukannya tanpa alasan. Pertama, tangan yang kering bisa menurunkan risiko perpindahan kuman. Penularan kuman lebih mudah terjadi pada tangan yang basah.

      Kedua, mengeringkan tangan juga menurunkan risiko kekeringan pada kulit tangan. Tangan yang masih berair bisa memicu kekeringan, karena air dapat mengurangi minyak alami kulit saat menguap. Penguapan tersebut dapat mengganggu barrier kulit dan menimbulkan efek kulit menjadi kering.

    5. Aplikasikan krim pelembap
      Untuk mencegah kekeringan pada kulit karena kita sering membersihkannya, jangan lupa untuk mengoleskan salep atau krim pelembap di area tangan. Ada beragam manfaat krim pelembap setelah mencuci tangan, misalnya:

      -Mengembalikan fungsi lapisan barrier epidermis
      -Meningkatkan kadar air pada lapisan epidermis
      -Menenangkan kulit
      -Memperbaiki penampilan dan tekstur kulit
      -Mengoleskan krim pelembap tangan
      -Kulit kering bisa dicegah dan diatasi dengan krim pelembap

      Ada beberapa kandungan yang bisa Anda cari saat memilih krim atau salep pelembap, yaitu:

      -Oklusif, yang dapat mencegah hilangnya air dari kulit. Yang termasuk zat oklusif, yaitu asam lanolin, asam stearat, trigliserida kaprilat / kapri, minyak mineral, parafin, dan petrolatum.
      -Humektan, yang dapat mempertahankankan kelembapan kulit. Contoh humektan yaitu gliserin, sorbitol, natrium pirolidin, asam karboksilat, asam laktat, dan urea.
      -Emolien atau zat yang dapat melembutkan dan menenangkan kulit, seperti isopropil miristat, oktil okanoat, siklometikon, dan dimetikon.

      SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.