Virus Hanta Muncul di Tengah Wabah Corona, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Virus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). possibilistic.org

    Virus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). possibilistic.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona belum usai. Ketika dunia sedang berusaha menemukan obat untuk pandemi virus corona, sebuah laporan di Global Times mengatakan seorang pria dari provinsi Yunnan di Cina meninggal karena virus Hanta di dalam bus ketika menuju ke provinsi Shandong.

    Dilansir dari www.cdc.gov, virus ini menyebar terutama dari tikus. Lebih lanjut dikatakan bahwa infeksi dengan salah satu dari virus hanta dapat menyebabkan penyakit virus hanta pada manusia.

    Virus hanta di Amerika Serikat dikenal sebagai virus hanta "Dunia Baru" dan dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS). Gejala awal HPS termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada otot besar, yakni paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu.

    Gejala-gejala ini bersifat universal, di antaranya juga ada sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Sekitar setengah dari semua pasien HPS mengalami gejala-gejala ini. HPS bisa berakibat fatal dengan tingkat kematian 38 persen.

    Virus hanta lain, yang dikenal sebagai hantavirus "Dunia Lama", kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

    Gejala awal HFRS dimulai secara tiba-tiba, termasuk sakit kepala hebat, sakit punggung dan perut, demam, kedinginan, mual, dan pandangan kabur. Orang yang terkena HFRS juga terkadang memiliki tanda muka memerah, peradangan, kemerahan pada mata atau ruam. Gejala selanjutnya yakni tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran pembuluh darah, dan gagal ginjal akut, yang dapat menyebabkan kelebihan cairan.

    Tingkat keparahan penyakit bervariasi tergantung pada virus yang menyebabkan infeksi. Infeksi virus Hantaan dan Dobrava biasanya menyebabkan gejala yang parah, sedangkan infeksi virus Seoul, Saaremaa, dan Puumala, biasanya lebih moderat. Pemulihan total bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

    Kasus virus hanta datang pada saat jumlah total orang yang terinfeksi virus corona baru secara global sudah mendekati angka 400.000 dan para ilmuwan belum menemukan obat untuk itu. Korban kematian global telah melampaui angka 16.500, dikutip dari www.economictimes.com.

    Dr. Sumaiya Shaikh dalam cuitannya di Twitter Selasa, 24 Maret 2020, menulis bahwa virus hanta pertama kali muncul pada tahun 1950 dalam perang Amerika-Korea di Korea (sungai Hantan). Virus ini menyebar dari tikus jika manusia mencerna cairan tubuh mereka. Penularan manusia-manusia jarang terjadi. Bahkan ada vaksin yang dikembangkan untuk itu.

    Dia mengimbau masyarakat agar tidak panik, kecuali memang berencana untuk mengonsumi tikus. Sampai 24 Maret 2020 pukul 23.00 tagar #hantavirus bertengger di topik tren Twitter dengan urutan ketiga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.