Penggunaan Sarung Tangan untuk Mencegah COVID-19, Ini Kata Dokter

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin mengenakan sarung tangan saat mengunjungi rumah sakit yang merawat pasien virus Corona di Moskow, Rusia, 24 Maret 2020. Putin tampak mengenakan mengenakan setelan baju hazmat warna kuning. Sputnik/Alexey Druzhinin/Kremlin via REUTERS

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengenakan sarung tangan saat mengunjungi rumah sakit yang merawat pasien virus Corona di Moskow, Rusia, 24 Maret 2020. Putin tampak mengenakan mengenakan setelan baju hazmat warna kuning. Sputnik/Alexey Druzhinin/Kremlin via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai salah satu bentuk pencegahan dari virus corona 2019 atau COVID-19, masyarakat pun mulai menerapkan penggunaan sarung tangan saat berada di luar rumah sebab tangan adalah media utama penyebaran virus lantaran digunakan untuk seluruh aktivitas harian.

    Harapannya, penggunaan sarung tangan bisa menurunkan risiko dari virus corona. Namun, seberapa efektif pemakaian pelindung tangan itu?

    Dokter sekaligus Koordinator Penelitian Lokasi di Rumah Sakit Persahabatan, Ibrahim Dharmawan, mengatakan sarung tangan tidak berfaedah. Ia menjelaskan bahwa penggunaan sarung tangan yang tidak diimbangi dengan kebiasaan menghindari memegang area wajah akan berbuah sia-sia.

    “Jika kita pakai sarung tangan di jalan tapi tetap pegang-pegang wajah sama saja virus tetap bisa masuk juga lewat hidung atau mulut,” katanya dalam telekonferensi di Jakarta pada Selasa, 24 Maret 2020.

    Atas pertimbangan itulah ia pun lebih menyarankan masyarakat untuk menggunakan pilihan alternatif berupa hand sanitizer saat di luar ruangan atau perjalanan sebab hand sanitizer lebih bisa mematikan hampir 98 persen virus dan kuman.

    “Saat di KRL atau angkutan umum, kita mungkin sudah pegang banyak benda sehingga berisiko. Waktu ini lebih baik dipakaikan hand sanitizer saja daripada sarung tangan. Dia ada kandungan alkohol sehingga bisa membunuh sebagian besar bakteri,” jelasnya.

    Namun, jika seseorang bisa menemukan tempat cuci tangan, maka cuci tangan dengan sabun dan air bersih pun lebih diimbau Ibrahim.

    “Tadi kan konotasinya sedang di jalan atau di luar rumah. Hand sanitizer baik untuk dijadikan cadangan. Tapi kalau ada air mengalir yang bersih dan sabun maka lebih efektif untuk proteksi diri dari virus,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?