Hindari Konsumsi Gula Berlebih saat Wabah COVID-19, Cek Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. boldsky.com

    Ilustrasi gula pasir. boldsky.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Status pandemi virus corona membuat banyak masyarakat harus berdiam diri di rumah. Lantaran terbatasnya aktivitas yang bisa dikerjakan, tak sedikit memilih untuk ngemil.

    Sayangnya, Anda harus mulai membatasi beberapa jenis camilan, termasuk yang berbahan dasar gula sebab makanan tinggi glukosa, seperti permen, kue mangkuk, hingga es krim bisa berdampak bagi kesehatan.

    Bukan hanya meningkatkan kecemasan dan risiko obesitas, namun melansir dari situs Huff Post, gula yang terlalu tinggi pada tubuh dapat melemahkan sistem imun.

    “Kelebihan gula dalam tubuh bisa mempengaruhi cara sel darah putih menyerang bakteri,” kata ahli penyakit dalam Niket Sonpal.

    Sonpal menjelaskan bahwa virus corona sangat rentan menjangkiti orang-orang dengan kekebalan tubuh yang rendah.

    “Itu berarti konsumsi gula berlebih secara tidak langsung meningkatkan risiko mengidap berbagai penyakit, termasuk COVID-19,” jelasnya.

    Untuk itu, memperhatikan asupan gula harian agar tidak berlebihan dan tetap bermanfaat pun sangat penting. Sonpal pun mengatakan batas maksimal untuk gula harian adalah 100 gram.

    “Anda mungkin berpikir angka tersebut besar, tapi ini sudah setara dengan dua kaleng minuman soda,” jelasnya.

    Tak heran, Sonpal pun meminta agar masyarakat memperhatikan setiap label makanan dan menghitung jumlah gula dengan tepat. Jika terlalu malas untuk melakukan hal ini, maka mengganti camilan dengan yang lebih sehat, seperti buah dan kacang-kacangan pun bisa dilakukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.