Jangan Panik, Bersin Bukan Gejala Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang bersin. shutterstock.com

    Ilustrasi orang bersin. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di Indonesia, tercatat 790 orang positif COVID-19 pada 25 Maret 2020 dengan total jumlah yang sembuh 31 orang dan meninggal dunia sebanyak 58 orang. Belakangan ini, orang yang bersin atau batuk di jalan atau transportasi umum bisa menjadi sasaran pandangan mata orang di sekeliling lalu dijauhi karena takut positif terinfeksi virus corona baru atau COVID-19.

    Namun, seperti diansir Business Insider, bersin ternyata bukan gejala umum COVID-19. Tanda umumnya demam (87,9 persen) dan batuk kering (67,7 persen), lalu ada rasa lelah (38,1 persen), nyeri badan, napas pendek, mengalami masalah pencernaan, dan mual. Kadang, pasien COVID-19 juga mengalami sakit kepala, gangguan, dan tenggorokan.

    Pada kasus yang jarang, mereka juga bisa terkena diare dan pilek. Sebagian orang bisa terkena alergi musiman yang gejalanya bisa berupa bersin dan hidung tersumbat. Kasus hidung tersumbat umumnya hanya dialami 4,8 persen pasien COVID-19, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Di Cina, sekitar 56.000 pasien mengalami kasus ini. Hingga kini, gejala COVID-19 dan penyakit lainnya masih terkadang tumpang tindih sehingga tes, salah satunya swab, menjadi penting.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.