Pandemi Corona, Penjualan Aksesori Turun 60 Persen

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iustrasi perempuan berhijab memakai aksesori kalung dan gelang model layering. (Unsplash/Katsiaryna Endruszkiewicz)

    Iustrasi perempuan berhijab memakai aksesori kalung dan gelang model layering. (Unsplash/Katsiaryna Endruszkiewicz)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) mengaku penjualannya merosot di tengah pandemi corona atau COVID-19. Salah satunya, usaha kerajinan perhiasan, Sentuhan Mutiara.

    Pemilik Sentuhan Mutiara, Berti Suharto menyebut penjualannya sangat sedikit dan merosot tajam, terutama yang di mall karena pusat perbalanjaan sangat sepi pengunjung bahkan belakangan ditutup.

    Begitu pula dengan penjualan online lantaran saat ini fokus masyarakat Indonesia membeli kebutuhan yang lebih mendesak seperti alat pelindung diri atau makanan ketimbang aksesoris, di tengah COVID-19. "Sekitar 60 persen (penjualan turun) mungkin bulan depan lebih merosot lagi," katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

    Berti mengaku mengalami keruginya sekitar Rp 20-30 juta untuk bulan ini. Diprediksi kerugian akan membesar pada bulan depan. "Saya menduga bisa sampai 80 persen bulan depan," sebutnya.

    Sepinya pembeli kata Berti mengakibatkan barang dagangan menumpuk di rumah. Untungnya, aksesoris merupakan barang yang bisa disimpan dan dijual kembali nanti ketika keadaan sudah mulai pulih.

    Saat ini, produksi masih berlangsung. Berti tetap membuka penjualan via online guna menutupi ongkos produksi dan menggaji karyawan yang bekerja membuat aksesoris di rumah. "Paling nanti kalau kejadian memburuk saya harus menghentikan produksi dulu semua," katanya. Sementara itu, Berti yakin pasti pemerintah sudah memiliki rencana untuk nasib para UMKM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.