Benarkah Kalung Antivirus Bisa Lindungi Diri dari Virus Corona?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kalung antivirus Corona. shopee

    Kalung antivirus Corona. shopee

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona yang merebak di dunia membuat banyak orang mencari perlindungan dan penangkal. Selain hand sanitizer, masker, dan sarung tangan, kini tak sedikit masyarakat yang mencari kalung antivirus.

    Melansir dari situs Hong Kong Foreign Newspaper, kalung ini berasal dari Jepang. Berwarna biru, aksesoris yang dipakai di leher itu diklaim bisa melindungi penggunanya dari virus patogen selama 30 hari per produk.

    Adapun, cara kerja kalung antivirus itu adalah dengan melepaskan konsentrasi rendah klorin dioksida untuk menghilangkan kuman dan virus di udara sekitar dengan jarak 1-2 meter. Beberapa artis di Indonesia, seperti Nagita Slavina, Ayu Ting-Ting, hingga Ruben Onsu juga terlihat menggunakannya.

    Namun, benarkah kalung antivirus ini ampuh melindungi dari COVID-19? Profesor virologi dan imunologi di Universitas Southampton, Inggris, William Keevil, mengatakan hal tersebut tidak benar.

    “Percayalah, kalung itu tidak memiliki efek apapun untuk menjaga kesehatan tubuh,” katanya, seperti dilansir dari situs Telegraph.co.uk.

    Sebaliknya, bahan aktif klorin dioksida justru memberikan dapat buruk bagi tubuh.

    “Kandungan pada kalung antivirus itu bisa menyebabkan sensasi mata terbakar hingga pernapasan dan kulit yang iritasi. Ini karena sifatnya yang sangat korosif,” ungkapnya.

    Tak heran, Keevil pun kini meminta masyarakat hanya mengikuti imbauan pemerintah dalam menjaga kesehatan tubuh dari virus corona. Selain mengonsumsi makanan bergizi guna meningkatkan imunitas tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih pun wajib dilakukan.

    “Jangan membuang uang untuk suatu hal yang belum diketahui kejelasannya karena saat seperti ini, banyak orang mencari keuntungan dengan embel-embel virus corona. Sebaiknya ikuti saja semua arahan pemerintah yang sudah pasti,” tegasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.