Stres karena Virus Corona, Entaskan dengan Main Game

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para gamer memainkan Nintendo Switch Lite untuk permainan multiplayer. Nintendo Co Ltd bakal mengubah markas pertama mereka di Kyoto menjadi sebuah hotel butik. Foto: Nintendo

    Para gamer memainkan Nintendo Switch Lite untuk permainan multiplayer. Nintendo Co Ltd bakal mengubah markas pertama mereka di Kyoto menjadi sebuah hotel butik. Foto: Nintendo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bermain game bisa menjadi hobi yang sehat untuk orang-orang selama masa karantina karena wabah virus corona karena membantu menghilangkan stres dan rasa khawatir. Kegiatan ini bisa jadi pelarian yang sangat dibutuhkan di tengah ketidakpastian seperti saat ini.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyarankan orang-orang bermain game saat physical distancing dan isolasi diri di rumah untuk mencegah infeksi dan penyebaran virus corona baru.

    "Kita berada pada momen krusial di tengah pandemik. Perusahaan game punya audiens global, kami mendorong mereka untuk #PlayApartTogether," cuit Duta Besar WHO untuk strategi global, Ray Chambers.

    Beberapa perusahaan video game menyambut baik. Mereka menambahkan fitur baru, hadiah tambahan, dan membuat konten tertentu tersedia secara gratis. Laman Medical Daily mencatat, pemanfaatan game meningkat secara signifikan sejak dimulainya pandemi COVID-19, apalagi semakin banyak orang yang terpaksa tinggal di rumah.

    Platform game seperti Steam mencapai jumlah pengguna daring terbanyak sejauh ini, sementara platform lain dari perusahaan seperti Nintendo dan Xbox bahkan sampai harus mengalami server mogok karena banyaknya orang yang menggunakannya pada saat yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.