Hindari Asupan Garam Berlebih saat Pandemi COVID-19, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi garam. Shutterstock

    Ilustrasi garam. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjaga kesehatan selama pandemi virus corona harus dilakukan sebab dengan tubuh yang prima, kita pun bisa terlindung dari berbagai masalah kesehatan, termasuk COVID-19. Salah satu cara efektif untuk memastikan tubuh sehat dengan memenuhi kebutuhan nutrisi.

    Namun, perlu dipahami agar tidak menambahkan garam berlebihan. Hal tersebut disampaikan oleh profesor dari Institute of Experimental Immunology di Universitas Bonn, Jerman, Christian Kurts.

    Hal ini didasari oleh penelitian yang telah dikerjakannya pada awal 2020. Bersama para ahli di Jerman, mereka meminta beberapa responden mengonsumsi garam 6 gram sehari dalam bentuk dua jenis makanan cepat saji. Sedangkan rekomendasi WHO sendiri adalah 1 gram per hari.

    Setelah diteliti selama dua minggu, ditemukan para responden mengalami penurunan imunitas tubuh yang drastis.

    “Kami meyakini turunnya kekebalan tubuh disebabkan oleh kandungan sodium klorida pada garam. Ini juga yang membuat seseorang rentan sakit dan mengidap stroke serta serangan jantung,” katanya, seperti dilansir dari situs Food Navigator.

    Melalui jurnal Science Translational Medicine, peneliti lainnya, Katarzyna Jobin, pun langsung mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengontrol garam. Terlebih dengan wabah virus corona, ia menjelaskan mereka yang memiliki imunitas tubuh rendah sangat mudah terjangkit COVID-19.

    “Walaupun belum ada penelitian tentang hubungan garam dan COVID-19, kita tahu bahwa konsumsinya secara berlebihan bisa melemahkan kekebalan tubuh. Sedangkan dibutuhkan imunitas yang kuat untuk membentuk pertahanan dalam melawan virus corona,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.