Rahasia Daya Ingat Tetap Oke sampai Tua, Punya Pasangan Optimis

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan lansia. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan lansia. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ingin daya ingat dan pikiran tetap sehat dan tajam sampai lanjut usia? Sekelompok peneliti Universitas Negeri Michigan mengungkapkan rahasia memiliki pikiran yang lebih tajam saat tua terletak pada memiliki pasangan yang optimis.

    Penelitian sebelumnya telah menghubungkan optimisme pada individu dengan fungsi kognitif yang sehat. Namun, tim peneliti kali ini ingin melihat apakah memiliki pasangan dengan sikap optimis juga dapat membantu menjaga fungsi kognitif seseorang seiring bertambahnya usia.

    Penelitian ini melibatkan 4.457 pasangan heteroseksual dari Health and Retirement Study. Peserta penelitian ini adalah orang Amerika Serikat berusia 50 dan lebih tua, dianggap sebagai kelompok besar, beragam, yang mewakili populasi ini.

    Pada awal penelitian, para peserta dinilai optimisme-nya melalui kuesioner. Kognisi dinilai setiap 2 tahun selama periode tindak lanjut 8 tahun dengan orang yang diuji hingga 5 kali. Penilaian kognisi meliputi tes memori jangka pendek dan memori komputasi.

    Setiap pasangan yang terlibat juga diminta untuk menilai kualitas ingatan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika tim menganalisis data, mereka menemukan bahwa orang yang lebih optimis melakukan kognitif yang lebih baik. Menikah dengan seorang optimis juga terkait dengan fungsi kognitif yang lebih baik.

    Patrick L. Hill, profesor ilmu psikologi dan otak di Universitas Washington di St. Louis, yang tidak ikut serta dalam penelitian ini, mengatakan perlu dicatat bahwa penulis hanya menemukan ukuran efek yang sederhana untuk optimisme pasangan.

    "Optimisme tentu saja dapat berperan,tetapi pekerjaan masih diperlukan untuk menjelaskan mengapa dan untuk melawan penjelasan alternatif sebelum kami mempromosikan optimisme sebagai target intervensi untuk mempromosikan fungsi kognitif," tuturnya dikutip dari www.healthline.com.

    Hill ragu-ragu untuk merekomendasikan menumbuhkan optimisme sebagai cara mencegah penurunan kognitif. Namun, dia mengatakan ada beberapa hal yang akan direkomendasikan.

    "Satu jalur yang menonjol adalah melalui keterlibatan aktivitas yang lebih besar," katanya.

    Dia juga menambahkan kebugaran dan aktivitas fisik merupakan prediksi positif pemeliharaan kognitif seiring bertambahnya usia. Selain itu, keterlibatan sosial telah terbukti bermanfaat untuk menjaga fungsi kognitif. Jadi, akan sangat membantu untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.