Hand Sanitizer Sudah Kedaluwarsa, Bahayakah tetap Dipakai?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi memakai hand sanitizer. Unsplash.com/Kelly Sikkema

    Ilustrasi memakai hand sanitizer. Unsplash.com/Kelly Sikkema

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah wabah virus corona, hand sanitizer adalah salah satu barang yang sangat dicari masyarakat. Hand sanitizer mengandung bahan kimia yang tidak merusak kulit, namun terbukti efektif membunuh mikroorganisme di tangan.

    Tapi perlu dipahami, hand sanitizer juga memiliki masa kedaluwarsa. Umumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memberi tenggang waktu dua hingga tiga tahun sejak diproduksi. Namun bolehkah kita menggunakannya saat lewat masa kedaluwarsa?

    Melansir dari situs Health Line, setiap hand sanitizer diberi masa kedaluwarsa akibat konsentrasi kandungan bahan kimia yang mulai menurun. Ini termasuk pada etil alkohol, isopropil alkohol, alkohol dan etanol yang seharusnya memiliki angka normal 60 persen ke atas.

    Itu berarti, saat kedaluwarsa keempat kandungan akan berada di bawah 60 persen sehingga efektivitasnya tidak sebagus sebelumnya. Meski begitu, ahli mikrobiologi di American Council on Science and Health Alex Berezow mengatakan bahwa ini tidak membahayakan jika dipakai.

    “Hand sanitizer kedaluwarsa masih bisa digunakan. Hanya saja, konsentrasi yang menurun tidak bisa membunuh bakteri seperti biasanya. Namun sebagai tindakan pencegahan saat tidak ada pilihan, kandungannya tetap berguna,” katanya seperti dilansir dari situs Insider.

    Adapun Berezow mengatakan bahwa lebih baik jika seseorang mencuci tangan daripada menggunakan hand sanitizer kedaluwarsa. Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan, mencuci tangan jauh memang lebih efektif membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit. “Jika Anda ingin benar-benar melindungi diri, cuci tangan lebih baik untuk dilakukan,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | HEALTHLINE | INSIDER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).