Peneliti Sebut Waktu Penularan Terbanyak pada Pasien Virus Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus (Pixabay.com)

    Ilustrasi virus (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian menunjukkan pasien corona mungkin paling efektif menular dalam kurun waktu seminggu pertama setelah gejala muncul, ketika mereka melepaskan virus melalui ekskresi pernapasan. Para ilmuwan dari Berlin Charite Universitatsmedizin di Jerman menganalisis data dari pasien untuk melihat seberapa efektif infeksi yang bisa ditularkan dan kapan waktu yang lebih spesifik tentang hal tersebut.

    Dilansir dari Sky, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini mengamati sembilan orang dewasa dari kota Muenchen, Jerman, yang memiliki gejala virus corona ringan. Para peneliti menganalisis sampel tenggorokan dan paru-paru serta dahak (campuran air liur dan lendir batuk dari saluran pernapasan), tinja, darah, dan urin pasien.

    Ternyata, mereka menemukan tingkat replikasi virus yang tinggi di jaringan saluran pernapasan bagian atas. Selain itu, mereka juga menemukan tingginya tingkat pelepasan virus di saluran pernapasan itu selama minggu pertama gejala.

    Para peneliti juga mengisolasi bentuk infeksi virus di tenggorokan dan paru-paru pasien sebelum delapan hari gejala yang muncul. Hasilnya, dua pasien yang menunjukkan tanda-tanda awal pneumonia terus menumpahkan virus dalam tingkatan yang tinggi di dahak mereka sampai hari ke-10 atau ke-11. Virus juga tetap terdeteksi dalam dahak setelah gejala mereda.

    Penelitian juga menemukan bahwa virus SARS-CoV-2 tidak ditemukan dalam sampel darah atau urin dan bentuk replikasi virus juga tidak terdeteksi pada spesimen tinja. Mereka mengatakan masih dibutuhkan lebih banyak penelitian dengan sampel yang lebih besar.

    “Hasil awal kami menunjukkan langkah-langkah untuk penyebaran virus lebih mengarah pada tetesan daripada berbasis fomite, penularan melalui benda atau bahan,” kata tim peneliti dalam laporan penelitian.

    “Dalam situasi keterbatasan kapasitas tempat tidur di rumah sakit, ada imbauan untuk pulang lebih awal setelah melakukan perawatan. Berdasarkan temuan saat ini, pemulangan awal dengan isolasi di rumah dapat dipilih untuk pasien yang ada dalam rentang 10 hari setelah timbul gejala,” imbuh tim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.