Wabah Corona, Kota di Cina Ini Larang Warga Makan Kucing - Anjing

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi makanan anjing. Shutterstock

    Ilustrasi makanan anjing. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota Shenzhen di Cina melarang masyarakat menyantap daging anjing dan kucing sebagai bagian dari menindak perdagangan satwa liar sejak kemunculan virus corona.

    Peneliti menduga virus corona menginfeksi manusia lewat perantara binatang. Infeksi awal muncul dari orang yang terpapar di pasar hewan di kota Wuhan, di mana kelelawar, ular dan binatang lain dijual.

    Penyakit itu menginfeksi lebih dari 935 ribu orang di dunia dan membunuh 47 ribu orang.

    Larangan memakan anjing dan kucing mulai berlaku pada 1 Mei, seperti dilansir Reuters. "Anjing dan kucing sebagai peliharaan telah menjalin hubungan dekat dengan manusia dibandingkan hewan lain, larangan mengonsumsi anjing dan kucing dan peliharaan lainnya adalah praktik lazim di negara berkembang dan Hong Kong serta Taiwan," kata pemerintah kota tersebut.

    Liu Jianping, pejabat di Shenzhen Center for Disease Prevention and Control, mengatakan hewan ternak, unggas dan makanan laut tersedia dalam jumlah yang cukup untuk konsumen. "Tak ada bukti binatang liar lebih bernutrisi dari unggas dan hewan ternak," kata Liu dikutip dari Shenzhen Daily.

    Aturan awal dari Shenzhen adalah melarang konsumsi kodok dan kura-kura, bahan makanan yang lazim di Cina.

    Namun pemerintah kota mengatakan bahwa hal itu masih jadi kontroversi dan mengklarifikasi bahwa kedua binatang itu boleh dimakan.

    Upaya kota tersebut melarang warga menyantap binatang liar dipuji oleh kelompok pembela binatang. "Shenzhen adalah kota pertama di dunia yang mengambil pelajaran dari pandemi secara serius dan membuat perubahan yang dibutuhkan untuk menghindari pandemi lain," kata Teresa M. Telecky, wakil presiden departemen binatang liar untuk Humane Society International.

    Telecky menilai langkah berani Shenzhen untuk menghentikan perdagangan dan konsumsi satwa liar ini adalah contoh yang bisa ditiru oleh pemerintah di seluruh dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.