Cegah Penularan COVID-19 dengan Tidak Bepergian

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Hingga Sabtu, kasus positif menjadi 2.092 kasus atau naik 106 kasus dari hari sebelumnya yang menyentuh angka 1.986 orang. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian, baik ke kampung halaman maupun ke kota lain karena tidak bepergian diyakini menjadi kunci pemutus rantai penularan COVID-19.

    "Ini jadi perhatian bersama, menjadikan titik pangkal pencegahan COVID-19. Tetap tinggal di rumah adalah jawaban yang terbaik, tidak melakukan perjalanan ke manapun. Bukan hanya masalah pulang ke kampung, tetapi juga melakukan perjalanan ke keluarga lain atau ke tempat lain memiliki risiko besar terjadinya penularan," kata Yuri dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu, 4 April 2020.

    Yuri khawatir perpindahan masyarakat, terutama dari kota zona merah COVID-19 ke kampung halaman, justru bakal memperparah situasi penularan corona. Apalagi orang tanpa gejala (OTG) berpotensi tinggi menularkan dan membuat klaster baru.

    Ia mendesak agar tetap tinggal di rumah menjadi sebuah keyakinan guna terhindar dari penularan virus corona, di samping upaya pencegahan lain, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta tidak menyentuh bagian muka.

    "Mari yakini tetap di rumah adalah solusi terbaik untuk menghindarkan diri dari penyakit ini," katanya.

    Dari data yang dimiliki Gugus Tugas, Yuri meyakini masih terjadinya penularan akibat pergerakan massa dari kota besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.