Trik agar Stok Makanan Lebih Awet selama Wabah COVID-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi isi kulkas. shutterstock.com

    Ilustrasi isi kulkas. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Demi menghindari keluar rumah terlalu sering selama pandemi COVID-19, Anda mungkin memilih menyetok makanan. Apalagi, stok makanan di pasar juga tidak sebanyak sebelumnya.

    Anda juga perlu memastikan bahwa bahan makanan yang distok tetap segar untuk dikonsumsi. Anda mungkin pernah menemukan sayuran dan makanan lain menjadi kering atau busuk, bahkan ketika disimpan di lemari es.

    Berikut beberapa tips agar dapat mengawetkan buah-buahan dan sayuran untuk jangka waktu yang lebih lama tapi tetap segar dan sehat, seperti dilansir dari laman The Indian Express.

    Rebus sayuran sebelum dibekukan
    Disarankan untuk merebus sayuran seperti brokoli, kacang polong, dan kacang Prancis selama 30 detik sebelum membekukannya. Wortel mentah dapat dipotong sebelum dibekukan. Disarankan Anda juga bisa blansir sayuran sebelum direbus atau kukus.

    Bungkus sayuran berdaun
    Sebelum menyimpan sayuran berdaun, yang terbaik adalah membilasnya terlebih dulu dan kemudian mengeringkannya dan bungkus dengan kertas yang bisa menyerap kelembaban. Anda kemudian dapat mendinginkan mereka dalam kantong atau wadah plastik tertutup atau bungkusan plastik.

    Bikin acar
    Dengan membuat acar, Anda bisa menyimpan stok makanan lebih lama. Pertama, simpan bahan acar dengan merendamnya dalam cuka atau minyak sayur untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Anda juga bisa menambahkan bumbu dan rempah antimikroba, seperti biji sesawi, bawang putih, kayu manis, atau cengkeh. Anda dapat mengasinkan makanan seperti daging, mentimun, bit, paprika, tomat, jamur, dan sebagainya.

    Dijus
    Agar buah tidak busuk, Anda bisa membuatnya sebagai jus dan simpan dalam wadah kaca kedap udara dan letakkan di kulkas. Pisang, di sisi lain, dapat disimpan di lemari es secara langsung. Bahkan jika kulitnya berubah menjadi coklat, buahnya akan tetap dapat dimakan dengan sempurna.

    Temperatur dingin memungkinkan enzim yang ditemukan dalam pisang, yakni polifenil oksidase, untuk mempolimerisasi fenol dalam kulit pisang menjadi polifenol (menghitam). Pada saat yang sama, suhu dingin menjaga buah tidak terlalu matang.

    Simpan susu atau produk-produknya dengan tepat
    Daripada menyimpan susu dan makanan olahan susu lain di pintu lemari es, Anda disarankan untuk menyimpannya di belakang karena daerah itu lebih dingin. Tidak hanya suhu di pintu yang lebih tinggi tetapi juga terkena udara hangat setiap kali Anda membukanya meningkatkan kemungkinan bakteri untuk tumbuh dan merusak susu.

    Lalu, makanan apa yang harus disimpan dalam suhu kamar? Simpan tomat, kentang, bawang merah, dan bawang putih pada suhu kamar, jauh dari sinar matahari langsung agar tetap segar.

    EKA WAHYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.