Bekerja dari Rumah Tak Berlaku untuk 13 Bidang Ini, Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SPBU Lilis Setiawati (24) menunjukan kertas berisi pesan untuk tetap di rumah di tempat kerjanya di Jakarta, Sabtu, 4 April 2020. Sejumlah warga masih melakukan aktivitas kerja di luar rumah seperti biasanya meski di saat pandemi COVID-19 agar tetap memberikan pelayanan kepada warga. ANTARA

    Petugas SPBU Lilis Setiawati (24) menunjukan kertas berisi pesan untuk tetap di rumah di tempat kerjanya di Jakarta, Sabtu, 4 April 2020. Sejumlah warga masih melakukan aktivitas kerja di luar rumah seperti biasanya meski di saat pandemi COVID-19 agar tetap memberikan pelayanan kepada warga. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah mengeluarkan instruksi untuk melakukan pembatasan sosial, termasuk bekerja dari rumah. Namun, instruksi ini tak berlaku untuk 13 sektor.

    Mau tak mau, orang-orang yang bekerja di sektor tersebut harus kembali turun ke lapangan dan tak beraktivitas terbatas untuk memenuhi kebutuhan inti masyarakat di tengah pandemi virus corona.

    Seperti diketahui, garda terakhir yang tidak boleh melakukan aktivitas WFH adalah tenaga medis. Selain tenaga medis, Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 juga menyebutkan sektor yang tidak boleh libur.

    Permenkes ini membahas tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Bab III membahas tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang lebih detail. Mengutip Pasal 13 ayat 1 pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar meliputi:

    1. Peliburan sekolah dan tempat kerja.

    2. Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

    3. Pembatasan kegiatan sosial dan budaya.

    4. Pembatasan moda transportasi.

    5. Pembatasan kegiatan lain khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

    Namun, dalam ayat 3, ditentukan dengan tegas, kantor yang tidak boleh libur. Berikut kantor atau instansi yang tidak boleh libur, tak melakukan aktivitas terbatas, dan harus tetap melakukan pelayanan di tengah pandemi COVID-19:

    1. Pelayanan terkait pertahanan dan keamanan

    2. Ketertiban umum

    3. Kebutuhan pangan

    4. Bahan bakar minyak dan gas

    5. Pelayanan kesehatan

    6. Perekonomian

    7. Keuangan

    8. Komunikasi

    9. Industri

    10. Ekspor dan impor

    11. Distribusi

    12. Logistik

    13. Kebutuhan dasar lain

    Aturan terbaru tentang PSBB ini dirilis ditetapkan pada Jumat, 3 Maret 2020, dan diteken oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto. Dalam beleid ini, dia meminta kepada setiap orang yang mengetahui, memerintahkan pengundangan peraturan menteri ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.