Banyak Orang Ngotot Mudik saat Wabah Corona, Ini Kata Psikolog

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik Lebaran. TEMPO/Franoto

    Ilustrasi mudik Lebaran. TEMPO/Franoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah terus menerus mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah saat wabah corona (Covid-19) yang hadir di Indonesia dalam 1 bulan terakhir. Masyarakat pun diminta untuk membatasi segala aktivitas sosial serta berkumpul di luar ruangan.

    Sayang, masih saja banyak masyarakat yang tetap melakukan kegiatan di luar ruangan. Bahkan, ada pula yang memilih untuk mudik ke daerah masing-masing.

    Psikolog klinis Samanta Ananta menilai alasan utama masyarakat masih mudik dan tidak melakukan imbauan pemerintah adalah karena minimnya pengetahuan masyarakat akan virus corona.

    “Pertama pasti karena mereka belum memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga jarak. Bahwa dengan Covid-19 ini perlu ada kesadaran tinggi dari kita untuk menjaga kesehatan dan menjaga jarak kita karena hal tersebut turut serta dalam proses pemulihan social distancing,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Minggu, 5 April 2020.

    Dengan satu alasan tersebut, berbagai pertimbangan lain pun akan mengikuti keputusan masyarakat. Menurut Samanta, mereka yang memutuskan untuk mudik akan mengalami perasaan ketakutan tidak dapat kesempatan lagi di lain waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan tidak tahu berapa lama harus berjuang sendiri di kota lain tanpa sanak saudara.

    Bahkan tak jarang yang memiliki kecenderungan untuk hidup hemat karena biaya di Jakarta mahal. “Padahal saat di kampung halaman, kehidupan juga belum tentu lebih baik. Mungkin lebih nyaman dan murah, tapi bagaimana dengan kebutuhan jika kondisi isolasi diperpanjang? Akibatnya akan menimbulkan kekhawatiran tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan,” katanya.

    Tak heran, Samanta pun mengimbau agar sebelum mudik, masyarakat membekali diri dengan berbagai literatur terkait virus corona. “Apabila masyarakat memahami betul informasi tentang Covid-19, mereka tidak akan terjerumus hingga mempengaruhi pikiran dengan hal-hal negatif. Tapi mereka akan tetap di rumah dengan alasan apapun,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.