Kenali 4 Tanda Utama Kecemasan Akibat Virus Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cemas. Shutterstock.com

    Ilustrasi cemas. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona yang merebak di dunia tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan fisik, namun juga mental. Terlebih dengan pemberitaan yang tak putus mengenai COVID-19, tak jarang orang pun mengalami kecemasan berlebih.

    Tentu ini bukanlah suatu hal yang baik sebab kecemasan juga bisa berimbas pada sakit jiwa hingga percobaan bunuh diri. Adapun tanda-tanda yang bisa diwaspadai, seperti dilansir dari situs ET dan Independent.co.uk, berikut empat di antaranya.

    Beberapa gejala seperti sulit tidur, jantung berdebar, pusing, nyeri dada, sesak napas, atau tremor akan dialami oleh yang memiliki kecemasan berlebih karena COVID-19. Sedangkan yang sudah memiliki riwayat masalah psikologis seperti stres dan depresi, tanda tersebut akan semakin parah.

    Pikiran mulai obsesif, intrusif, dan merenung terus-menerus, bahkan tidak dapat dikendalikan atau dihentikan sehubungan dengan virus. Misalnya tertular, akan dikarantina dalam kondisi yang lebih mengerikan, dan bisa menyebarkannya ke orang lain. Mereka juga takut sekarat serta khawatir tidak memiliki akses ke perawatan yang mumpuni.

    Mudah marah, perubahan suasana hati atau perasaan dengan sangat cepat atau gelisah sepanjang waktu, dan pikiran dipenuhi dengan malapetaka yang akan datang. Perasaan tak berdaya, keputusasaan, tidak berharga, dan kelelahan mental juga dirasakan.

    Menerapkan perilaku waspada berlebihan seperti pemeriksaan dan pembersihan secara terus-menerus. Penimbunan barang seperti masker, obat-obatan, dan pembersih tangan juga dilakukan. Tak lupa peningkatan mencuci tangan atau mandi serta membaca dan menonton berita, secara berlebihan tentang topik tersebut.

    Apabila hal tersebut terjadi dan sangat mengganggu, psikiater Zirak Marker pun mengimbau agar masyarakat segera mencari pertolongan.

    “Anda bisa mencurahkan isi hati dengan keluarga atau orang terdekat. Jika kurang membantu, psikolog dan ahli kejiwaan lain dapat membantu memecahkan masalah ini,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.