Awas, Rambut Rontok Permanen Gara-gara Suka Cabut Uban

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita beruban. medimanage.com

    Ilustrasi wanita beruban. medimanage.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencabut uban hanya akan membuat kerontokan rambut yang permanen. Begitu kata Dr. Eileen Tan, dermatolog Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura.

    Seperti dilansir Channel News Asia, ia mengatakan folikel atau kantung kecil di kulit kepala tempat rambut tumbuh, akan menghasilkan seuntai rambut abu-abu sesuai tempat rambut tumbuh. Jika terus-menerus mencabut uban dari folikel yang sama, pabrik pembuat rambut itu mungkin berhenti berproduksi untuk selamanya.

    Dr. Robert Shmerling dari Harvard Health Publishing mengungkapkan uban muncul karena folikel rambut menghasilkan lebih sedikit warna seiring bertambahnya usia.

    "Jadi, ketika rambut melewati siklus alami kematian dan regenerasi, rambut cenderung tumbuh dengan warna abu-abu," ujarnya.

    Dia mencatat, genetika biasanya menentukan kapan uban muncul. Hal senada juga diungkapkan Tan. Dengan kata lain, jika orang tua atau kerabat sudah mulai beruban di usia 30 tahunan, kemungkinan besar Anda akan mengalaminya juga.

    Menurut laman Healthline, kemungkinan uban muncul meningkat setelah usia 30 sebesar 10-20 persen setiap dekade. Di sisi lain, stres memicu kondisi umum yang disebut telogen effluvium, yang menyebabkan rambut rontok sekitar tiga kali lebih cepat dari biasanya.

    "Tetapi jika Anda setengah baya dan rambut rontok dan regenerasi lebih cepat karena stres, mungkin saja rambut yang tumbuh akan menjadi warna abu-abu, bukan warna aslinya," kata Shmerling.

    Tan mengatakan penyakit tiroid dan kondisi autoimun seperti vitiligo dan alopecia areata bisa menjadi penyebab munculnya uban. Uban akan tetap demikian kecuali jika Anda mewarnainya.

    Menurut Healthline, suplemen vitamin, tonik rambut, tidak akan mengembalikan produksi melanin atau pigmentasi folikel. Setelah folikel berhenti memproduksi melanin, rambut yang dihasilkannya akan menjadi berwana abu-abu.

    Namun, Anda bisa memperlambat masa melanin berhenti, misalnya melalui konsumsi makanan yang kaya vitamin B6, B12 (baik vitamin B dapat ditemukan dalam daging, ikan, dan produk susu) dan D (bayam, kangkung, sarden, salmon). Makanan ini dapat membantu rambut mempertahankan pigmentasi dan menunda munculnya uban, kata Dr. Tan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.