Seksolog Naek L. Tobing Wafat, Kenali Penyebab Kanker Lambung

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Naek L Tobing. Foto: dok. Dormahn Pinda Hutajulu

    Naek L Tobing. Foto: dok. Dormahn Pinda Hutajulu

    TEMPO.CO, Jakarta - Seksolog sekaligus psikiater Naek L. Tobing meninggal dunia. Ia menghembuskan nafas terakhir dalam usia 79 tahun pada Senin, 6 April 2020 di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta.

    Penulis buku Seks Pranikah, Seks Extramarital, dan Membangun Keharmonisan Suami-Istri itu meninggal akibat kanker lambung stadium empat yang sudah diidapnya. Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Halik Malik mengatakan Naek pun sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina sejak 29 Maret 2020 lalu terdiagnosis positif virus corona pada sepekan terakhir.

    Penyakit kanker lambung tidak boleh disepelekan. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang menimpa hampir 150 ribu orang per tahunnya. Jika tidak segera diobati, sel-sel kanker yang terbentuk pada lapisan perut itu pun semakin berkembang dan bisa menyebabkan kematian.

    Situs Web MD mengatakan bahwa para peneliti belum tahu persis tentang apa yang membuat sel kanker tumbuh di perut. Meski begitu, ada beberapa risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang menderita kanker lambung. Salah satunya adalah infeksi bakteri biasa, H. pylori.

    Para ahli mengatakan bahwa infeksi bakteri tersebut bisa menimbulkan bisul dan mengakibatkan peradangan atau istilah kedokterannya ialah gastritis. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, dalam jangka panjang akan menumbuhkan anemia pernisiosa atau polip yang pada akhirnya meningkatkan risiko untuk menjadi kanker.

    Selain karena infeksi bakteri, situs Mayo Clinic juga menyebutkan beberapa faktor risiko lain yang memungkinkan seseorang mengidap kanker lambung. Faktor itu termasuk merokok, kelebihan berat badan atau obesitas, diet tinggi makanan yang diasap atau diasinkan, pernah menjalani operasi perut untuk bisul, hingga bekerja di industri batu bara, logam, kayu, atau karet.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | WEBMD | MAYOCLINIC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.