Untuk Anak Kos, 6 Tips Mencegah Penularan Corona di Warung Makan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang melayani pembeli di Warteg Subsidi Bahari kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.  Program Operasi Makan Gratis bersama sejumlah Warung Tegal (Warteg) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi diharapkan bisa membantu persoalan pendapatan para pemilik warteg dan pekerja harian yang terdampak wabah Virus Corona (COVID-19).  ANTARA

    Pedagang melayani pembeli di Warteg Subsidi Bahari kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020. Program Operasi Makan Gratis bersama sejumlah Warung Tegal (Warteg) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi diharapkan bisa membantu persoalan pendapatan para pemilik warteg dan pekerja harian yang terdampak wabah Virus Corona (COVID-19). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien yang terinfeksi virus corona alias Covid-19 di Indonesia kian bertambah. Dalam jangka waktu satu bulan, ditemukan lebih dari dua ribu pasien yang dinyatakan positif mengidap penyakit ini. Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat untuk melakukan isolasi diri.

    Dengan tingkat penyebaran yang cepat, tentu penting bagi Anda untuk mencegah penyebaran virus itu. Salah satu tips ini penting untuk anak kos. Anak-anak kos lebih sering makan di warung makan karena sulit memasak sendiri.

    Melalui unggahan di Instagram resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan @bpom_ri pada 6 April 2020, memberikan beberapa tips yang bisa diterapkan agar terhindar dari Covid-19 saat membeli makanan di rumah makan. Apa saja?

    1. Pastikan warung, tempat memasak, dan peralatan makan bersih
      Memastikan ketiga hal ini sangatlah penting. Sebab, virus dan segala mikroorganisme amat senang tinggal di dalam tempat yang kotor. Bukan hanya corona saja, namun bakteri Salmonella typhi penyebab tifus dan E.coli penyebab diare juga mungkin bisa bersarang di sana.

    2. Jaga jarak fisik satu meter dengan pengunjung lainnya (physical distancing)
      Physical distancing atau jarak fisik juga harus tetap dilakukan. Sebab, virus bisa menyebar dari satu orang ke orang lainnya dengan jarak satu meter. Bahkan saat bersin, bisa mencapai 1,8 menter. Jadi pastikan Anda duduk atau berdiri kira-kira tiga ubin ukuran 30x30 sentimeter.

    3. Pastikan penjual atau penyaji makanan menggunakan masker dan sarung tangan
      Sebaiknya, pegawai warung makan yang Anda kunjungi menggunakan masker dan sarung tangan. Sebab, masker bisa meminimalkan risiko penularan virus corona menempel pada makanan Anda. Masker dapat menahan air liur untuk disebarkan. Sedangkan sarung tangan mencegah tangan langsung berkontak dengan sumber virus.

    4. Penjual atau penyaji makanan dan pengunjung cuci tangan.
      Jika terpaksa makan di tempat sebaiknya selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Apabila tidak tersedia tempat cuci tangan, maka dapat menggunakan hand sanitizer

      Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik. Sebab ini bisa membunuh bakteri dan virus hingga hampir 99 persen. Namun jika tidak tersedia tempat cuci tangan, menggunakan hand sanitizer sebagai cadangan juga dapat dilakukan.

    5. Pilih makanan yang baru dimasak, hindari gorengan yang warnanya sudah gelap, dan sayur yang kelihatan sudah berulang dipanaskan
      Kunci untuk melawan virus corona adalah imunitas tubuh yang baik. Hal ini salah satunya didapatkan dari makanan yang bergizi tinggi. Nah, makanan yang baru dimasak dikenal memiliki sumber nutrisi lebih sempurna dibandingkan makanan yang lama dan beberapa kali dipanaskan.

    6. Beli makanan dan segera pulang
      Apabila memungkinkan, makanan sebaiknya dibawa pulang ke rumah daripada dimakan di tempat. Sebab, kita tidak pernah tahu tempat yang kita singgahi itu steril dari virus atau tidak. Sehingga berlama-lama di sana pun bisa meningkatkan risiko kita terjangkit penyakit serupa.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INSTAGRAM | CDC | WHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.