#dirumahaja Selama Pandemi Corona Bikin Boros?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perencanaan keuangan (pixabay.com)

    Ilustrasi perencanaan keuangan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama pandemi virus corona, masyarakat diimbau untuk berdiam diri di rumah. Apakah Anda yakin merasa lebih boros saat di berlama-lama di rumah? Salah satu bentuk nyatanya adalah tagihan air dan listrik yang membengkak. Selain itu, belanjaan untuk kebutuhan rumah juga meningkat.

    Perencana keuangan Ligwina Hananto melalui siaran langsung di Instagram @temanbumil mengatakan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab, pemikiran tersebut hanya dipengaruhi oleh alokasi keuangan Anda.

    Ligwina menjelaskan bahwa setiap orang pasti mengalokasikan uang untuk makan, transportasi dan kebutuhan lainnya. “Biasanya ini sama rata atau beda sedikit. Tapi begitu wabah corona, alokasi untuk makanan jadi melonjak. Ini yang menyebabkan orang beranggapan bahwa mereka boros,” katanya pada Selasa, 7 April 2020.

    Sebenarnya, jika dibandingkan semuanya pasti tetap seimbang. Sebab selama di rumah saja, Ligwina menjelaskan bahwa masyarakat tidak melakukan aktivitas seperti biasa, misalnya ke kantor. “Jadi ada pemindahan alokasi keuangan dari yang awalnya kebutuhan transportasi, makan di luar, menjadi semuanya belanjaan untuk di rumah,” katanya.

    Ligwina menambahkan masyarakat sebenarnya justru dianggap lebih berhemat. Sebab kebiasaan makan di luar dan masak sendiri di rumah memiliki komparasi harga yang cukup signifikan. “Makan di luar itu biayanya bisa lima sampai enam kali lipat. Jadi sebetulnya kita berhemat, bukan boros kalau di rumah saja,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.