Peneliti Sebut Anak Tak Sakit Parah saat Terjangkit COVID-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak menggunakan penutup hidung atau masker. shutterstock.com

    Ilustrasi anak menggunakan penutup hidung atau masker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak cenderung tidak mengalami sakit parah saat terkena COVID-19 jika dibandingkan orang dewasa. Anak-anak tidak mengalami demam, batuk atau bahkan sesak napas.

    Data terbaru yang dikumpulkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan anak-anak di Amerika Serikat cenderung tidak mengalami sakit parah saat terkena virus corona atau COVID-19. Kasus corona pada anak-anak hanya 1,7 persen dari kasus yang dilaporkan, yakni sebanyak 149.760 kasus, per periode 12 Februari sampai 2 April 2020.

    Temuan baru ini mendukung klaim dari studi sebelumnya pada kasus anak di Cina, yang juga menemukan bahwa infeksi COVID-19 tampaknya tidak berdampak parah pada anak-anak. Pusat Pengendalian Penyakit Cina menganalisis 72.314 kasus dari total pasien corona di negara itu adalah 82.718 pada 7 April 2020, dan menemukan bahwa kurang dari 1 persen corona menginfeksi anak-anak di bawah 10 tahun dan hanya 41,5 persen yang mengalami demam.

    Dalam sebuah studi terpisah, para peneliti Cina mengamati lebih dekat 2.143 anak-anak yang terinfeksi di bawah usia 18 tahun dan menemukan bahwa sekitar 125 anak-anak atau sekitar 6 persen menderita penyakit yang sangat serius. CDC menekankan bahwa kasus-kasus ekstrem telah dilaporkan pada anak-anak, termasuk tiga kematian di Amerika Serikat, dan bahwa data dalam studi mereka dan studi di Cina terbatas.

    "Meskipun sebagian besar kasus yang dilaporkan di antara anak-anak sampai saat ini belum parah, dokter harus mempertahankan indeks kecurigaan yang tinggi untuk infeksi COVID-19 pada anak-anak dan memantau perkembangan penyakit, terutama di antara bayi dan anak-anak dengan kondisi yang mendasarinya," jelas CDC.

    Dengan informasi yang tersedia, penelitian menemukan bahwa 73 persen pasien anak akan menunjukkan gejala demam, batuk, atau sesak napas dibandingkan dengan 93 persen kasus orang dewasa berusia antara 18 dan 64 tahun, yang dilaporkan selama periode waktu yang diuji.

    CDC mengatakan dari 745 kasus anak yang status rawat inap diketahui 147 dirawat di rumah sakit dan 15 dirawat di perawatan intensif. Angka-angka ini menunjukkan tingkat rawat inap 5,7 hingga 20 persen dan tingkat masuk ICU hanya 0,58 hingga 2 persen.

    Sementara itu, pada orang dewasa angka itu melonjak masing-masing menjadi 10 hingga 33 persen dan 1,4 hingga 4,5 persen. CDC mengingatkan perilaku menjaga jarak dan pencegahan sehari-hari tetap penting untuk semua kelompok umur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.