Ini Sebab Kecanduan Narkoba Bisa Kambuh Lagi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar kurang mengenakan datang dari aktor senior Tanah Air, Tio Pakusadewo. Pada Selasa, 14 April 2020, ia diamankan oleh pihak kepolisian akibat penyalahgunaan narkoba.

    Ini bukan kali pertama pemilik nama asli Irwan Susetyo Pakusadewo itu terjerat kasus narkoba. Pada Desember 2017, Tio pernah ditangkap atas masalah yang sama di rumahnya, jalan Ampera 1 Nomor 38, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu.

    Lalu, bagaimana kecanduan narkoba bisa kambuh kembali? Seperti dilansir dari Center on Addiction, disebutkan bahwa seperti diabetes, kanker dan penyakit jantung, kecanduan disebabkan oleh kombinasi faktor perilaku, lingkungan, dan biologis.

    Kecanduan melibatkan perubahan dalam fungsi otak dan tubuh. Perubahan ini dapat disebabkan oleh penggunaan zat berisiko atau mungkin sudah ada sebelumnya.

    Perubahan-perubahan di otak ini dapat tetap terjadi untuk waktu yang lama, bahkan setelah orang tersebut berhenti menggunakan zat adiktif itu. Perubahan otak ini dapat menyebabkan mereka yang kecanduan rentan terhadap isyarat fisik dan lingkungan yang mereka kaitkan dengan penggunaan zat adiktif, juga dikenal sebagai pemicu, yang dapat meningkatkan risiko kambuh.

    Tak heran jika kecanduan oleh sebagian besar asosiasi medis, termasuk American Medical Association dan American Society of Addiction Medicine, didefinisikan sebagai suatu penyakit.

    Apakah kecanduan bisa disembuhkan? Tidak ada yang 'menyembuhkan semua' untuk setiap kecanduan narkoba, termasuk heroin. Sebaliknya, ada perawatan efektif yang tersedia untuk membantu pecandu yaitu melalui proses yang disebut pemulihan.

    Seperti apakah pemulihan kecanduan narkoba ini? Jenis perawatan khusus yang digunakan biasanya tergantung pada beberapa hal. Termasuk individu, zat yang digunakan, serta kondisi medisnya. Menggunakan berbagai bentuk perawatan seringkali lebih efektif daripada hanya menggunakan satu jenis saja. Ada dua bentuk utama yang biasa digunakan. Yaitu terapi farmakologi (pengobatan) dan terapi perilaku.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | CENTERONADDICTION | HEALTHLINE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.