Ralph Lauren Luncurkan Busana dari Plastik Bekas

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ralph Lauren luncurkan Earth Polo/Instagram-Ralph Lauren

    Ralph Lauren luncurkan Earth Polo/Instagram-Ralph Lauren

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah mode Ralph Lauren meluncurkan lini busana terbarunya "Earth Polo" yang menggunakan bahan dasar botol plastik bekas dan diproses tanpa menggunakan air.

    "Earth Polo adalah lambang dari transisi yang kami lakukan di semua lini busana, produk, dan bahan utama kami," tulis pihak rumah mode tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis yang diunggah di laman akun media sosial Instagram dikutip pada Kamis 23 April 2020.

    Dalam keterangan tersebut, Ralph Lauren menjelaskan bahwa tujuan dari penggunaan botol plastik sebagai bahan dasar busana tidak lain untuk melestarikan alam. Rumah mode ini menyatakan ingin menciptakan benda-benda yang dimaksudkan untuk dipakai, dicintai, dan diteruskan ke generasi berikutnya.

    "Itu berarti kami harus merancang produk dan pengalaman yang lebih berkelanjutan dengan mencari sumber daya secara bertanggung jawab, memproduksi secara efisien, dan berinvestasi dalam inovasi yang memajukan upaya ini menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

    Setiap satu potong busana Earth Polo dibuat seluruhnya dari botol plastik, diwarnai menggunakan proses yang sepenuhnya tanpa air dan dirancang dengan mempertimbangkan kelestarian alam.

    "Pada tahun 2025, kami juga berjanji untuk menggunakan 170 juta botol plastik dalam produk dan kemasan kami. Dengan melakukan itu, kami berharap dapat mengurangi jumlah plastik yang berakhir di lautan dan tempat pembuangan sampah di seluruh dunia," tulis pernyataan tersebut.

    Kendati demikian rumah mode asal Amerika Serikat tersebut mengakui bahwa pihaknya belum 100 persen menjadi perusahaan yang berkelanjutan. "Karena keberlanjutan bukan sekedar tren, tapi itu adalah masa depan kita. Kami pun memiliki komitmen untuk keberlanjutan yang sederhana," tulis pihak rumah mode.

    "Kami meningkatkan bagaimana cara kami memproduksi barang, membayangkan kembali cara kami mencari bahan dan memikirkan kembali cara kami mengonsumsi energi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.