Virus Corona, CDC Imbau Hewan Peliharaan Ikut Social Distancing

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com

    Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita tentu tahu bahwa social distancing atau menjaga jarak sosial harus diterapkan selama pandemi virus corona sangat mudah menular antarindividu melalui percikan air liur. Namun, baru-baru ini rekomendasi untuk menetapkan jarak aman tidak hanya berlaku bagi manusia tapi juga hewan.

    Melalui surat resmi yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, imbauan tersebut dimunculkan seiring dengan hewan-hewan yang mulai dinyatakan positif Covid-19. Melansir dari situs The Hill, kasus pertama tentang pengujian hewan positif virus corona telah ditemukan pada seekor harimau di Kebun Binatang Bronx di New York, Amerika Serikat, pada awal April 2020.

    Adapun, jumlah pasiennya bertambah dengan empat harimau dan tiga singa yang berada pada satu penangkaran yang sama. Lebih dari itu, sejumlah hewan kecil yang dijadikan peliharaan oleh beberapa keluarga di Los Angeles, seperti anjing dan kucing, pun sudah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

    Untuk itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat memberikan pedoman bagi masyarakat untuk membatasi diri dari interaksi langsung dengan hewan peliharan. Hal tersebut juga berlaku bagi hewan yang ditemui di pinggir jalan dan yang tidak dikenali asalnya.

    “Jika bertemu dengan hewan di jalan atau akan mengajak hewan peliharaan seperti anjing untuk berolahraga guna mengurangi stres di rumah, dianjurkan untuk menetapkan jarak sejauh 1,8 meter,” kata CDC.

    Ada pula rekomendasi untuk menghindari kontak langsung dengan hewan yang sedang sakit. “Apabila harus merawat binatang yang kondisi fisiknya buruk, maka disarankan untuk mengenakan kain penutup wajah atau masker dan mencuci tangan sebelum serta sesudah berinteraksi dengan mereka,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.