Ferdian Paleka Dibantu Ayah sebelum Ditangkap, Bentuk Sayang?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus candaan bantuan sosial yang berisikan sampah dan batu kepada transpuan, Ferdian Paleka dihadirkan saat gelar perkara di Polrestabes Bandung, Jumat, 8 Mei 2020. Ferdian Paleka dan kedua rekannya dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya Pasal 45 Ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara empat tahun atau denda Rp750 juta. ANTARA/Ahmad Fauzan

    Tersangka kasus candaan bantuan sosial yang berisikan sampah dan batu kepada transpuan, Ferdian Paleka dihadirkan saat gelar perkara di Polrestabes Bandung, Jumat, 8 Mei 2020. Ferdian Paleka dan kedua rekannya dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya Pasal 45 Ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara empat tahun atau denda Rp750 juta. ANTARA/Ahmad Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Youtuber Ferdian Paleka masih hangat diperbincangkan publik. Ini disebabkan oleh video prank yang diunggah beberapa waktu lalu tentang dirinya yang memberi sembako berisi sampah dan bebatuan pada para waria. Atas aksinya itu, Ferdian Paleka pun diamankan pihak kepolisian.

    Meski begitu, sebelum ditangkap, terdapat dugaan bahwa ayah Ferdian terlibat dalam pelarian pemuda tersebut. Ini diungkapkan oleh polisi usai menyita mobil Ferdian.

    “Tim kami membuntuti dan melakukan penangkapan. Kami kira (di dalam mobil itu) yang bersangkutan (Ferdian), tapi ternyata orang tua Saudara F," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri pada Rabu, 6 Mei 2020.

    Apakah yang dilakukan ayah Ferdian sebagai bentuk cinta? Menanggapi kasus tersebut, psikolog Reni Akbar Hawadi pun angkat bicara. Menurutnya, apa yang dilakukan sang ayah adalah bentuk kompensasi dan mekanisme pertahanan diri orang tua untuk menunjukan rasa peduli pada anak.

    “Ada niat untuk melindungi anak,” ungkapnya saat dihubungi Tempo.co pada Sabtu, 9 Mei 2020.

    Sayangnya, perlindungan yang diberikan kepada anak tidaklah dengan cara yang tepat sebab keterlibatan orang tua saat anak melarikan diri artinya mereka menyetujui apa yang dilakukan oleh anak.

    “Padahal sudah jelas yang dilakukan itu merugikan orang lain sehingga bukanlah suatu hal yang benar,” jelas Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.

    Adapun, sebaliknya sebagai orang tua seharusnya rasa kasih sayang ditunjukkan dengan meminta anak untuk menyerahkan diri sebab ini diartikan sebagai bentuk perlindungan dan pembelajaran yang tepat agar anak tidak mengulang kesalahan yang sama.

    “Ini juga menunjukkan bahwa orang tua ingin mengajarkan anaknya menjadi seorang dewasa yang bertanggung jawab,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Vaksin Covid-19 Dalam Percobaan

    Berbagai perusahaan sedang berbondong-bondong memproduksi vaksin Covid-19 yang ditargetkan untuk disebarluaskan tahun depan